Pemerintah Kota Surakarta langsung melakukan evaluasi darurat terhadap penanganan koleksi rusa di Taman Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.

Langkah ini diambil setelah unggahan mengenai satwa yang mengais makanan dari tempat sampah viral di media sosial pada Minggu (6/6/2026).

>>> KAI Siapkan Upgrade Besar KRL Green Line Atasi Kepadatan Penumpang

Kondisi memprihatinkan tersebut awalnya diabadikan oleh seorang pengunjung kawasan wisata tersebut. Pengunjung itu menyampaikan keterkejutannya saat melihat hewan-hewan tersebut terpaksa mengonsumsi limbah.

"Agak kaget dan miris sih ada rusa yang mengorek-ngorek tempat sampah buat cari makan. Si rusa ternyata makan sampah.

Jujur, aku agak shock, apakah setidak terurus itu rusa di sana?" tulis akun bobbypratm.

Respons Cepat Pemkot

Unggahan viral tersebut segera memicu respons cepat dari Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang langsung datang meninjau lokasi.

Setelah memeriksa kondisi 31 ekor rusa di sana, ia segera mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

"Banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi saat ini. Ini menjadi perhatian kami bersama.

>>> Etihad Airways Borong Pesawat Widebody demi Perkuat Rute Jarak Jauh

Diperlukan penataan lahan yang lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa-rusa ini tetap berada di area yang nyaman, aman, serta lingkungannya bersih," ujar Astrid Widayani.

Klarifikasi mengenai sistem perawatan puluhan satwa tersebut kemudian disampaikan oleh pihak dinas terkait.

Otoritas setempat menyatakan bahwa pemantauan kesehatan berkala oleh dokter hewan dan penjaga tetap berjalan selama ini.

"Kami juga rutin melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setiap tiga bulan sekali, sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran yang telah mengantongi izin resmi sejak November 2025," kata Maretha Dinar Cahyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Solo kini merencanakan pembangunan ruang penangkaran khusus di dalam area Taman Sriwedari.

>>> Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia S1 UPJB Buka Peluang Karier Lulusan di Berbagai Bidang

Desain baru ini dirancang untuk membatasi mobilitas rusa agar tidak mendekati tempat sampah, namun tetap mempertahankan fungsinya sebagai ruang interaksi dan daya tarik wisata bagi masyarakat.