Tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia mencatat lonjakan jumlah Base Transceiver Station (BTS) 5G yang signifikan sepanjang periode kuartal I/2025 hingga kuartal I/2026.

Pertumbuhan infrastruktur jaringan generasi kelima ini mencerminkan komitmen industri dalam mempercepat transformasi ekosistem digital nasional dan memperluas konektivitas berkecepatan tinggi.

>>> Pemerintah Salurkan Subsidi dan Kompensasi Rp203,7 Triliun hingga Mei 2026

XLSmart Pimpin Pasar

XLSmart, entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, memimpin dengan jumlah BTS 5G terbanyak.

Jumlah pemancar XLSmart melonjak dari 4.864 unit pada kuartal IV/2025 menjadi 12.631 unit pada kuartal I/2026.

Manajemen XLSmart fokus membangun blanket coverage 5G di 43 kota besar, berdasarkan tingkat penetrasi perangkat gawai masyarakat.

Indosat dan Telkomsel Ikut Agresif

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat lompatan tertinggi secara persentase. Pada kuartal I/2025, IOH hanya mengoperasikan 107 unit BTS 5G.

>>> Fabio Capello Ungkap Alasan Depak Ronaldo Nazario dari Real Madrid

Memasuki kuartal I/2026, jumlah menara pemancar IOH melonjak drastis hingga hampir 10.000 unit, tepatnya di kisaran 9.000 unit lebih.

Telkomsel mencatat kenaikan dari 1.910 unit BTS 5G pada kuartal I/2025 menjadi lebih dari 5.400 unit pada kuartal I/2026.

Melalui strategi ekspansi "Hyper 5G", jangkauan Telkomsel kini tersebar di sekitar 80 kota dan kabupaten di Indonesia.

>>> Alfamart Targetkan Pembukaan 1.080 Gerai Baru Sepanjang 2026

Akselerasi pembangunan BTS 5G ini didorong oleh persaingan ketat dalam meningkatkan kualitas layanan data nirkabel.