Mantan pelatih Real Madrid, Fabio Capello, akhirnya buka suara soal keputusannya mendepak Ronaldo Nazario pada Januari 2007.

Pengakuan itu disampaikan dalam acara Milano Football Week, Sabtu (6/6/2026).

>>> Alfamart Targetkan Pembukaan 1.080 Gerai Baru Sepanjang 2026

Menurut Capello, alasan utama pemecatan adalah masalah disiplin di ruang ganti. Meski begitu, ia tetap memuji kualitas teknis Ronaldo yang dianggapnya unik.

"Tanpa ragu, Ronaldo adalah pemain terbaik yang pernah saya latih.

Dia tidak suka berkorban atau berlatih, tetapi memiliki kualitas yang tidak saya lihat pada pemain lain, benar-benar unik," kata Capello.

Kebiasaan Pesta Jadi Pemicu

Capello menyoroti kebiasaan buruk Ronaldo yang gemar berpesta. Hal itu dinilai merusak kondisi internal tim.

"Ronaldo sangat suka berpesta.

Anda bisa mencium bau alkohol darinya di ruang ganti setelah malam-malam keluar itu, dan dia sering menyeret beberapa rekan setimnya.

>>> Mandy Moore Garap Serial Drama Baru Bertema Program Bayi Tabung

Saya memaksanya untuk pergi," ujar Capello.

Tindakan tegas itu memaksa Ronaldo hengkang ke AC Milan. Sebelum transfer, Capello sempat berkomunikasi dengan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, soal tabiat sang pemain.

"Saya berbicara dengan Berlusconi, mengatakan bahwa kami akan mengirim Ronaldo ke Arab Saudi. Dia bertanya bagaimana perilaku pemain itu, saya menjawab bahwa dia suka bersenang-senang dan berpesta.

Keesokan harinya, saya membaca di koran bahwa Ronaldo akan pergi ke Milan," ungkap Capello.

Kepindahan ke AC Milan menandai kembalinya Ronaldo ke San Siro setelah sebelumnya membela Inter Milan.

>>> OECD Proyeksikan Ekonomi Indonesia Melambat ke 4,7 Persen pada 2026

Bersama Rossoneri, ia tampil dalam 20 pertandingan kompetitif dengan sembilan gol dan lima assist sebelum pensiun di Corinthians pada Februari 2011.