Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengakui keunggulan Marc Marquez pada sesi sprint race MotoGP Hungaria 2026 sulit dijelaskan secara rasional.

Pertandingan yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park pada Sabtu (6-6-2026) menunjukkan performa impresif Marquez. Tingkat cengkeraman motor Ducati miliknya berada di level yang jauh berbeda dibandingkan rival-rivalnya.

>>> MotoGP Kaji Format Grid Baru demi Tingkatkan Keselamatan

Marquez tampil dominan sejak merebut posisi start terdepan. Ia langsung menjauh dari kejaran Acosta dan finis dengan keunggulan 1,5 detik.

Catatan waktu lap terbaik pembalap Ducati Lenovo tersebut lebih tajam 0,431 detik dari Acosta yang dibuat sejak putaran kedua.

Usai balapan, Acosta menilai daya cengkeram motor lawan menjadi faktor pembeda utama. "Cukup lihat bagaimana cepatnya dia keluar dari Tikungan 4 pada lap pertama.

Dari situ, Anda bisa memahami bahwa tingkat cengkerapannya berada di dunia yang berbeda dibandingkan motor-motor lain," kata Acosta di Hungaria, Sabtu.

Meskipun gagal menandingi kecepatan rivalnya, pembalap berusia 22 tahun itu tetap merasa puas bisa kembali mengamankan podium kedua.

"Namun, ini tetap hasil yang bagus. Saya kembali berada di podium," ujarnya.

Rider asal Spanyol ini juga bingung melihat sang juara dunia bertahan bisa langsung melaju kencang sejak awal, sementara pembalap lain butuh waktu mencari ritme.

"Cukup aneh untuk dipahami. Dia langsung sangat cepat," ujar Acosta.

Acosta melihat situasi serupa menimpa Marco Bezzecchi dengan Aprilia yang memerlukan beberapa putaran untuk mencapai kecepatan stabil. "Saya membutuhkan beberapa lap untuk kembali menemukan kecepatan.

Dari belakang juga terlihat hal yang sama terjadi pada Marco Bezzecchi bersama Aprilia. Dia membutuhkan beberapa lap untuk menjadi cepat, lalu ritmenya menjadi cukup stabil," jelasnya.