Penyelenggara MotoGP tengah mengkaji perubahan format grid start guna meningkatkan keselamatan pebalap. Rencana ini muncul setelah maraknya insiden kecelakaan sepanjang musim 2026.

Usulan yang dibahas adalah mengubah susunan grid dari tiga pebalap per baris menjadi dua pebalap per baris.

>>> Raymond dan Nikolaus Lolos ke Final Indonesia Open 2026

Format ini diyakini memberikan ruang lebih luas bagi pebalap saat memasuki tikungan pertama.

Wacana ini mengemuka setelah kecelakaan yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Kedua insiden terjadi saat start dan restart balapan.

Diskusi Intensif dengan Tim

Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi intensif dengan seluruh tim peserta. "Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya grid start," ujarnya.

Ezpeleta menambahkan bahwa evaluasi terhadap penataan ruang di lintasan menjadi fokus utama.

>>> Max Verstappen Rebut Posisi Start Baris Depan GP Monako 2026

"Kami mempertimbangkan memberikan ruang lebih besar antarpebalap agar mereka memiliki ruang manuver lebih banyak saat tikungan pertama," jelasnya.

Perubahan format grid bukan hal baru di MotoGP. Pada 2004, jumlah pebalap per baris dikurangi dari empat menjadi tiga, dan diikuti kelas pendukung pada 2011.

Selain modifikasi grid, otoritas balap juga mengkaji opsi lain seperti penghapusan lebih awal perangkat holeshot, penambahan pelindung roda belakang dan swingarm, serta penerapan Crash Warning System.

>>> Kimi Antonelli Rebut Pole Position GP Monako Setelah Tekuk Max Verstappen

Sirkuit Balaton Park diproyeksikan menjadi lokasi uji coba pertama format grid ala Formula 1 ini. Tujuannya untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mereduksi risiko kecelakaan di awal balapan.