Lalu lintas internet global mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya, volume trafik dari agen kecerdasan buatan (AI agent) dan robot (bot) melampaui aktivitas manusia.

Data dari Cloudflare Radar menunjukkan bahwa pergerakan dari AI agent dan bot mencapai 57,4 persen dari total lalu lintas web, sementara porsi manusia tersisa 42,6 persen.

>>> Kawasan GBK Diprediksi Padat 7 Juni 2026, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

CEO Cloudflare, Matthew Prince, menjelaskan bahwa bot di internet memiliki fungsi beragam, termasuk agen AI, crawler mesin pencari, alat pemantauan situs, dan perangkat scraper otomatis.

Menurut Prince, aktivitas otomatis sebenarnya sudah memproduksi trafik lebih besar dari manusia sejak beberapa tahun lalu. Namun, lonjakan signifikan saat ini didorong oleh pertumbuhan masif AI agent.

Sistem AI modern menjelajahi internet secara otomatis untuk mengumpulkan informasi, menyusun rangkuman konten, dan menyelesaikan tugas tertentu. Aktivitas ini tercatat langsung oleh Cloudflare.

"Pertumbuhan trafik agen AI ini lebih cepat dari perkiraan.

Awalnya saya mengira fenomena ini akan terjadi pada akhir 2027, namun sekarang ternyata sudah terjadi," kata Matthew dalam sebuah posting di X.

Dalam akumulasi tujuh hari terakhir, aktivitas bot menguasai sekitar 57,3 persen trafik internet global, berbanding 42,7 persen porsi manusia.

>>> Dokter Anak Ungkap Masalah Pencernaan Picu Perubahan Suasana Hati

Kondisi berbeda terjadi di Indonesia.

Cloudflare Radar mencatat lalu lintas internet di Indonesia masih didominasi manusia dengan persentase 54 persen, sedangkan bot hanya 46 persen.

Mayoritas masyarakat Indonesia mengakses situs web secara manual tanpa bot atau chatbot AI. Akses internet paling banyak melalui perangkat mobile (61,5 persen), disusul desktop (38,5 persen).