Real Madrid secara resmi membuka proses disipliner terhadap dua pemain utamanya, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, menyusul insiden dalam sesi latihan di Valdebebas pada Kamis pagi waktu setempat.

Insiden tersebut mengakibatkan Valverde mengalami trauma kranioensefalik atau cedera otak traumatis yang memerlukan penanganan medis segera.

>>> Mathew Baker Ukir Sejarah Jadi Pemain Termuda Timnas Indonesia

Dalam pernyataan resmi klub, Real Madrid mengonfirmasi bahwa mereka memutuskan untuk membuka investigasi eksternal terkait perilaku kedua pemain demi menjaga kondusivitas tim.

Tim medis klub mendiagnosis Valverde dengan trauma kranioensefalik setelah pemeriksaan. Saat ini kondisi pemain berusia 27 tahun tersebut sudah stabil dan diizinkan pulang untuk beristirahat.

Valverde diharapkan menjalani masa pemulihan selama 10 hingga 14 hari sesuai protokol medis untuk diagnosis tersebut.

Kronologi Insiden

Sebelum insiden Kamis, kedua pemain dilaporkan terlibat adu mulut setelah adanya tekel keras dalam sesi latihan pada Rabu (6/5/2026).

Perselisihan tersebut akhirnya dilerai oleh rekan setim dan staf pelatih. Namun, keesokan harinya ketegangan kembali memuncak.

>>> Cedera Otot Paksa Leonardo Balerdi Absen dari Piala Dunia 2026

Valverde kemudian memberikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa saat berdebat, dirinya tidak sengaja membentur meja hingga mengalami luka kecil di dahi dan harus pergi ke rumah sakit.

Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan fisik atau pemukulan antara dirinya dengan Tchouameni. "Rekan setim saya tidak memukul saya, dan saya juga tidak memukul dia," tulis Valverde.

Perselisihan ini menambah situasi sulit yang tengah dihadapi Real Madrid.

>>> Timnas Brasil Tundukkan Mesir Lewat Gol Bruno Guimarães dan Endrick

Klub baru saja memecat pelatih Xabi Alonso pada Januari dan pelatih interim Alvaro Arbeloa belum mampu mendongkrak performa tim yang kini tertinggal dari Barcelona.