Dalam kunjungan tersebut, peninjauan langsung dilakukan terhadap operator di lapangan untuk mengevaluasi kendala teknis yang dihadapi petugas KUA.

Langkah serap aspirasi ini diambil sebagai bagian dari strategi penyempurnaan layanan keagamaan secara berkala.

"Penggalian informasi langsung dari bawah seperti ini sangat penting.

Dari sinilah kita menyusun strategi ke depan, supaya Kementerian Agama benar-benar hadir dan berdampak bagi masyarakat," tegas Arsad Hidayat.

Selain pengelolaan basis data tempat ibadah, pemantauan juga dilakukan terhadap implementasi Early Warning System (EWS). Sistem itu berfungsi mendeteksi dinamika sosial-keagamaan.

Kombinasi kedua sistem berbasis data ini menjadi instrumen utama Kemenag dalam melakukan transformasi layanan publik yang lebih cepat.

"Simas membantu kita membangun data kemasjidan yang akurat, sedangkan EWS membantu kita membaca dinamika sosial-keagamaan sejak dini.

>>> Menkeu Purbaya Optimistis Kebijakan Sinergis Mampu Stabilkan Rupiah

Keduanya menjadi instrumen penting untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Arsad Hidayat.