Saat ini, Uni Eropa hanya memasok sekitar 10 persen kebutuhan semikonduktor global, sangat bergantung pada pasokan dari AS dan Asia Timur.

Uni Eropa berencana menerapkan aturan baru untuk menaikkan permintaan pasokan chip lokal.

Fasilitas manufaktur semikonduktor canggih pertama di kawasan ditargetkan memulai produksi percontohan pada tahun 2033.

Sektor publik juga didorong beralih menggunakan perangkat lunak sumber terbuka untuk mengurangi ketergantungan pada vendor tertentu.

Langkah-langkah ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

"Kami tidak menutup pintu bagi siapa pun," kata Virkkunen, menegaskan kebijakan ini bukan proteksionisme pasar.

Layanan strategis seperti pertahanan dan keamanan disarankan tetap disediakan oleh korporasi internal Eropa.

Badan publik nantinya diwajibkan melakukan penilaian risiko kedaulatan teknologi, dan pada sektor tertentu, data harus disimpan sepenuhnya di wilayah Eropa.

Kekhawatiran keamanan data diperkuat oleh undang-undang Cloud Act AS yang memungkinkan akses data meski disimpan di luar negeri.

Sebagai bentuk nyata, Parlemen Eropa menetapkan mesin pencari asal Perancis, Qwant, sebagai peramban bawaan lembaga mulai pekan ini.

>>> Tuchel Tak Akan Beri Motivasi Khusus ke Eze Usai Gagal Penalti

Langkah ini menandai pergeseran peran Uni Eropa dari regulator menjadi produsen alternatif teknologi.