Tuchel Tak Akan Beri Motivasi Khusus ke Eze Usai Gagal Penalti
Manajer Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan tidak akan memberikan motivasi khusus kepada Eberechi Eze menjelang persiapan Piala Dunia 2026.
Eze gagal mengeksekusi penalti pada final Liga Champions pekan lalu.
>>> 9 Rekomendasi Bantal Hamil Terbaik yang Nyaman untuk Ibu Hamil
Kegagalan penalti oleh Eze dan Gabriel membuat Arsenal kalah 3-4 dari Paris Saint-Germain dalam adu penalti di Puskas Arena.
Akibatnya, The Gunners gagal menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya.
Pemain berusia 27 tahun itu dikhawatirkan masih terpengaruh oleh kekalahan di Hungaria. Namun, ia telah diberikan waktu libur tambahan sebelum bergabung dengan pemusatan latihan skuad Tiga Singa.
"Tentu saja ini menyakitkan bagi Ebs, tapi saya akan mengurusnya, tim akan mengurusnya, dan waktu tambahan yang mereka dapatkan akan sangat membantu," kata Tuchel, melansir Mirror.
Tuchel juga mengapresiasi pencapaian anak asuhnya yang berhasil mengamankan gelar domestik di Inggris musim ini. Menurutnya, keberhasilan itu dapat mengurangi beban mental para pemain Arsenal di tim nasional.
"Saya sangat senang mereka meraih gelar di Inggris. Itu menghilangkan beban besar dari pundak mereka dan mereka sadar telah melakukan yang terbaik," kata Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu menilai performa impresif anak asuhnya sepanjang musim membuat intervensi motivasi emosional berlebihan tidak diperlukan.
>>> Mitra Pinasthika Mustika Siapkan Strategi Penguatan Seluruh Lini Bisnis
Ia berpendapat hasil akhir adu penalti ditentukan oleh detail kecil.
"Saya tidak berpikir perlu memotivasi mereka. Mereka telah menjalani musim yang hebat.
Final pada akhirnya bergantung pada satu atau dua tendangan dalam adu penalti," ujar Tuchel.
Pengalaman pribadi Tuchel yang pernah kalah dalam adu penalti di final kompetisi besar menjadi landasan pandangannya.
Ia memandang pencapaian mencapai partai puncak sebagai indikasi kesetaraan level dengan klub terbaik dunia.
"Saya pernah kalah di beberapa final lewat adu penalti, dan itu cara kalah yang paling tipis.
>>> Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada Minggu Pagi, AQI Capai 164
Kalah di final besar memang menyakitkan, tapi kalah lewat adu penalti berarti Anda sudah melakukan segalanya dengan benar," kata Tuchel.
Update Terbaru
Trump Dukung Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Usai Piala Dunia 2026
Kamis / 23-07-2026, 04:37 WIB
Serangan Drone Iran Makin Presisi, Intelijen AS Bingung Cari Dalang
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Tanggapi Ancaman Iran, Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Mohamed El-Erian Puji Program Rekening Investasi Anak Trump
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Chick-fil-A Peringatkan Pelanggan Setelah Serangan Siber Bocorkan Data
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Tomb Raider King Animated Series Umumkan Pengisi Suara Inggris, Tayang 22 Juli
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Ted Lasso Season 4 Akan Fokus pada Tim Sepak Bola Wanita
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Salvador Perez Samai Rekor Home Run Royals, Kalahkan Giants
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Bikin Farm Otomatis di Minecraft? Ini Triknya Biar Gak Repot Lagi!
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Perubahan eFootball dari Masa ke Masa: Dari PES ke Free-to-Play
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Ilhan Omar Dukung Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungan ke AS
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB







