Samsung turut menghadirkan ProVisual Engine yang memanfaatkan kecerdasan buatannya. Teknologi AI ini berfungsi meningkatkan kualitas foto dan video, termasuk saat proses pengeditan.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur Cross App Action yang terintegrasi dengan Google Gemini untuk menyelesaikan berbagai tugas tanpa harus berpindah aplikasi.

Aktivitas dapat dijalankan secara lebih efisien cukup dengan menekan tombol samping dan memberikan perintah suara ke AI.

Selain itu, Samsung juga menghadirkan Now Brief dan Now Bar melalui One UI. Fitur tersebut memudahkan pengguna mengakses informasi penting langsung dari layar kunci.

Kombinasi bodi premium dan stylus bawaan menjadi keunikan tersendiri bagi Galaxy S25 Ultra di kelas flagship.

Keberadaan S Pen yang terintegrasi menjadi nilai tambah untuk membuat catatan, mengedit dokumen, atau melakukan pekerjaan kreatif langsung dari smartphone.

Galaxy S25 Ultra masih mengandalkan baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan pengisian cepat 45W.

Pengisian daya baterai diklaim dapat terisi hingga sekitar 65% dalam waktu 30 menit.

Tersedia juga dukungan pengisian daya nirkabel 15W dan Wireless PowerShare untuk mengisi daya aksesori lain.

Daya tahan baterainya masih mampu bersaing dengan banyak flagship terbaru berkat optimasi perangkat lunak dan integrasi teknologi mDNIe pada prosesor.

>>> Turki Uji Ketangguhan Melawan Venezuela di Fort Lauderdale

Samsung Galaxy S25 Ultra masih sangat layak dipertimbangkan pada tahun 2026 dengan spesifikasi kelas atas.