Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Juventus pada Oktober 2018.

Ia mengaku ada perbedaan pandangan dengan manajemen klub terkait kebijakan transfer, termasuk perekrutan Cristiano Ronaldo.

>>> Bali United Lepas Enam Pemain Jelang Super League 2026/2027

Marotta menegaskan bahwa penolakannya terhadap transfer Ronaldo bukan satu-satunya penyebab perpisahan. "Saya tidak setuju dengan perekrutan Cristiano Ronaldo, tetapi masa saya di Juventus tidak berakhir karena itu," ujarnya.

Menurut Marotta, keputusan strategis klub sepenuhnya berada di tangan pemilik. "Ketika pemilik klub melangkah maju, manajer harus mundur selangkah," jelasnya.

Perubahan struktur manajemen internal membuat direksi Juventus ingin mengambil peran lebih besar.

Setelah meninggalkan Juventus, Marotta langsung menerima tawaran dari Inter Milan dalam waktu 24 jam.

Di bawah kepemimpinannya, Inter berhasil meraih tiga trofi Liga Italia, termasuk gelar musim 2025-2026 bersama pelatih Cristian Chivu.

>>> Insiden Memalukan: Lagu Kebangsaan Chili Dipotong Saat Lawan Portugal

Target Liga Champions

Meski sukses di domestik, Inter Milan belum mampu memenangkan trofi Liga Champions. Marotta mengakui bahwa timnya telah bermain di empat final kompetisi Eropa namun selalu kalah.

"Impian saya selanjutnya? Terlalu mudah untuk mengatakan Liga Champions," kata Marotta.

Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Inter berjaya di Eropa sebelum pensiun.

"Tentu saja saya ingin memenangkannya bersama Inter. Jika kami memenangkan Liga Champions, saya bisa pensiun," imbuhnya.

>>> Inggris Uji Coba Lawan Selandia Baru Jelang Piala Dunia 2026

Marotta juga membeberkan proses pencarian pelatih setelah kepergian Antonio Conte. Ia sempat bertemu dengan Massimiliano Allegri, namun negosiasi gagal karena arah rencana yang tidak sejalan.