Kapal tanker Eneos Endeavor milik perusahaan energi Jepang, ENEOS, telah berhasil bersandar di kilang minyak Yokohama pada Sabtu (6/6/2026).

Keberhasilan ini menandai kapal tersebut mampu melintasi Selat Hormuz yang rawan di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

>>> Cara Ajukan GoPay Pinjam 2026, Proses Online Cepat dan Mudah

Eneos Endeavor menjadi kapal tanker kedua asal Jepang yang sukses melewati jalur tersebut sejak situasi di kawasan memanas.

Sebelumnya, kapal tanker Idemitsu Maru milik Idemitsu Kosan telah tiba di perairan Jepang pada 25 Mei 2026.

Muatan dan Perjalanan

Dalam pelayaran ini, Eneos Endeavor mengangkut total 2,15 juta barel minyak mentah yang berasal dari Kuwait dan Uni Emirat Arab (UAE).

Sebelum berlabuh di Yokohama, kapal sempat singgah di terminal Kiire, salah satu pusat penyimpanan minyak mentah terbesar di dunia.

Di terminal Kiire, kapal membongkar 900.000 barel minyak mentah.

Sisa muatan sebanyak 1,25 juta barel kemudian disalurkan ke kilang Negishi di Yokohama.

Pasokan minyak mentah ke kilang Negishi diperkirakan mencukupi kebutuhan operasional fasilitas penampungan selama delapan hari ke depan.

>>> Jonatan Christie dan Raymond Joaquin Lolos ke Final Indonesia Open 2026

Langkah pengamanan pasokan ini penting bagi ketahanan energi Jepang.

Hingga saat ini, masih ada 38 kapal dengan rute tujuan Jepang yang berada di kawasan Teluk Persia, termasuk tujuh kapal tanker minyak.

Pemerintah dan perusahaan energi Jepang terus memantau pergerakan armada tersebut untuk menjaga kelancaran pasokan energi domestik.

Selat Hormuz merupakan jalur logistik paling strategis di peta energi global, terletak antara Oman dan Iran.

Jalur ini menghubungkan negara produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar internasional, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Jepang sangat bergantung pada impor minyak yang melewati Selat Hormuz untuk memenuhi kebutuhan domestik.

>>> Kim Jong Un Umumkan Pengembangan Senjata Bawah Air Rahasia untuk Modernisasi Angkatan Laut

Hambatan di jalur ini dapat memicu dampak langsung pada stabilitas harga minyak dunia dan ketahanan energi Jepang.