Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Kinerja Industri Farmasi Nasional
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menekan kinerja industri farmasi nasional.
Ketergantungan yang masih tinggi terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi industri ini semakin rentan terhadap gejolak kurs.
>>> PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Resmi Rencanakan Delisting dari BEI
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan, depresiasi rupiah akan langsung meningkatkan biaya produksi perusahaan farmasi.
Sebab, sebagian besar bahan baku obat, bahan penolong, hingga mesin produksi masih berasal dari luar negeri.
Dampaknya tidak hanya tercermin pada kenaikan harga bahan baku impor, tetapi juga merambat ke biaya logistik, pembiayaan, dan kebutuhan modal kerja perusahaan.
"Semakin besar porsi impor dalam struktur biaya perusahaan, semakin kuat tekanan terhadap biaya produksi," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (6/6/2026).
Tekanan biaya tersebut pada akhirnya berpotensi menggerus profitabilitas industri.
Rizal menjelaskan, perusahaan farmasi tidak memiliki keleluasaan penuh untuk menaikkan harga jual produk guna mengompensasi lonjakan biaya produksi.
Pasar obat domestik masih sangat sensitif terhadap daya beli masyarakat.
Selain itu, sebagian produk farmasi juga terikat dengan mekanisme pengadaan pemerintah, sistem e-katalog, dan program jaminan kesehatan nasional yang membatasi ruang penyesuaian harga.
"Akibatnya, kenaikan biaya input tidak selalu bisa langsung diteruskan ke konsumen, sehingga margin perusahaan akan tergerus," katanya.
Risiko Investasi dan Peluang Substitusi Impor
Lebih lanjut, Rizal menilai pelemahan rupiah yang berlangsung dalam periode panjang juga berisiko menghambat investasi dan ekspansi kapasitas produksi industri farmasi.
>>> Marc Marquez Kuasai Sprint Race MotoGP Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park
Update Terbaru
FBI Perketat Pengamanan Udara Piala Dunia 2026 dari Ancaman Drone
Sabtu / 06-06-2026, 22:18 WIB
Belgia Hancurkan Tunisia 5-0 dalam Laga Uji Coba Terakhir
Sabtu / 06-06-2026, 22:16 WIB
Federico Chiesa Bantah Alasan Finansial Tinggalkan Juventus
Sabtu / 06-06-2026, 22:16 WIB
AI Ubah Standar Pemilihan Televisi Modern, Fokus pada Pengalaman Personal
Sabtu / 06-06-2026, 22:13 WIB
David Almansa Rebut Pole Position Moto3 Hungaria 2026
Sabtu / 06-06-2026, 22:13 WIB
Kebakaran Kamar Karyawan Hotel di Makkah, Jamaah Haji Indonesia Aman
Sabtu / 06-06-2026, 22:13 WIB
Indro Rilis Lagu 'Dan Aku Rindu' untuk Kenang Sahabat Warkop DKI
Sabtu / 06-06-2026, 22:12 WIB
Adidas Buka Gerai Sepakbola Pertama di Pondok Indah Mall 3
Sabtu / 06-06-2026, 22:12 WIB
Sinar Mas Land Luncurkan Wander Alley Walk di TOD BSD City, Harga Mulai Rp1,9 Miliar
Sabtu / 06-06-2026, 22:08 WIB
Pemerintah Sahkan PP Nomor 20 Tahun 2026, Insentif Pajak UMKM 0,5 Persen Jadi Permanen
Sabtu / 06-06-2026, 22:08 WIB
Kecerdasan Buatan Ubah Cara Konsumen Pilih Televisi Modern
Sabtu / 06-06-2026, 22:08 WIB
Portugal Uji Coba Lawan Cile di Oeiras, Martinez Fokus ke Performa Tim
Sabtu / 06-06-2026, 22:01 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Ekonomi Indonesia Tidak Mengarah Krisis
Sabtu / 06-06-2026, 22:00 WIB
Kebun Binatang Guadalajara Libatkan Satwa untuk Prediksi Piala Dunia 2026
Sabtu / 06-06-2026, 21:58 WIB






