Pada ujian Fakultas Kedokteran Kyoto University, ChatGPT meraih 1.176 poin, lebih tinggi dari nilai peserta terbaik manusia yang memperoleh 1.098 poin.

Gemini dan Claude Juga Lulus

Pencapaian luar biasa ini tidak hanya didominasi ChatGPT. Google Gemini 3 Pro Preview dan Claude Opus 4.5 juga sukses melewati ambang kelulusan di berbagai jalur seleksi kedua universitas.

Gemini dilaporkan memperoleh beberapa nilai matematika sempurna di berbagai jalur ujian. Claude berhasil melampaui nilai kelulusan di seluruh kategori yang diujikan, termasuk jalur kedokteran.

Menurut LifePrompt, hasil ini membuktikan bahwa kemampuan AI generatif saat ini bukan lagi fenomena satu model saja.

>>> Apple Hadapi Tekanan Besar untuk Perbaiki Siri di WWDC 2026

Hampir seluruh model kelas atas kini mampu menyelesaikan soal akademik tingkat tinggi.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi dua tahun lalu pada 2024, saat LifePrompt menguji GPT-4 menggunakan soal ujian masuk University of Tokyo dan model tersebut gagal mencapai nilai minimum.

Perkembangan teknologi berjalan cepat.

Pada Januari 2026, ChatGPT sudah mampu memperoleh nilai rata-rata 97 persen pada 15 mata pelajaran ujian masuk nasional Jepang dan meraih sembilan nilai sempurna.

AI Masih Lemah pada Soal Esai

Meski mengungguli manusia di banyak bidang, performa AI belum sempurna, terutama saat menghadapi soal yang membutuhkan interpretasi terbuka.

LifePrompt menemukan bahwa kemampuan terbaik AI masih berada pada mata pelajaran dengan jawaban pasti seperti matematika, fisika, kimia, dan informatika.

Sebagai contoh, ChatGPT mampu meraih nilai sekitar 90 persen pada ujian bahasa Inggris, namun hanya memperoleh sekitar 25 persen pada soal esai sejarah dunia.

Penilaian esai tersebut dilakukan langsung oleh guru dari lembaga bimbingan belajar besar Jepang, Kawai Juku, sehingga tidak dinilai secara otomatis oleh sistem komputer.