Perbankan Perketat Penyaluran Kredit Valas Akibat Rupiah Melemah
Pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (5/6/2026) mendorong sejumlah perbankan untuk memperketat penyaluran kredit dalam valuta asing.
Langkah antisipasi ini diambil karena meningkatnya risiko nilai tukar, terutama bagi debitur yang tidak memiliki pendapatan dalam mata uang asing.
>>> Kemenkeu Catat Penerimaan Bea Cukai Capai Rp123,8 Triliun hingga Mei 2026
Pengetatan dilakukan guna menjaga kualitas portofolio keuangan perbankan.
Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance, M Rizal Taufikurahman, menilai depresiasi rupiah berpotensi memperlambat pertumbuhan kredit valas, khususnya pada sektor usaha yang berorientasi domestik.
"Meskipun kredit perbankan secara umum masih tumbuh sekitar 7%–8% secara tahunan, bank cenderung lebih selektif terhadap debitur yang tidak memiliki pendapatan valas karena risiko nilai tukar semakin tinggi," ujar Rizal.
Menurut Rizal, pelemahan rupiah juga meningkatkan risiko kredit bermasalah pada portofolio kredit valas, terutama bagi debitur yang mengalami currency mismatch.
Industri yang bergantung tinggi pada impor namun tidak didukung penerimaan valas menjadi kelompok paling rentan, seperti manufaktur domestik, farmasi, perdagangan impor, serta sebagian konstruksi dan properti.
"Dalam kondisi tersebut, perbankan diperkirakan lebih memprioritaskan kualitas aset dibandingkan mengejar pertumbuhan kredit valas secara agresif.
Fokus pembiayaan diperkirakan akan diarahkan kepada sektor berorientasi ekspor serta debitur yang memiliki perlindungan alami terhadap risiko nilai tukar," kata Rizal.
Respons Perbankan terhadap Pelemahan Rupiah
Dari sisi pelaku industri, Direktur Utama KB Bank Kunardy Lie mengakui bahwa pelemahan rupiah turut meningkatkan tekanan terhadap ketahanan bank melalui berbagai aspek, mulai dari risiko kredit hingga eksposur kredit valas.
KB Bank merespons kondisi ini dengan menerapkan prinsip selektivitas yang lebih ketat.
Update Terbaru
NASA Resmi Akhiri Misi Wahana Antariksa MAVEN di Mars
Sabtu / 06-06-2026, 20:03 WIB
3 Pilihan Internet di Jepang untuk Budget Traveler dan Solusinya
Sabtu / 06-06-2026, 20:03 WIB
Prabowo Subianto Belum Isi Dua Pos Wakil Menteri Kosong
Sabtu / 06-06-2026, 20:03 WIB
Festival Otomotif Klasik The Heritage Resmi Dibuka di Lembang
Sabtu / 06-06-2026, 19:57 WIB
Barcelona Bidik Josko Gvardiol, Bek Mahal Manchester City
Sabtu / 06-06-2026, 19:56 WIB
Festival Otomotif Lawas The Heritage Classic Retro Resmi Dibuka di Lembang
Sabtu / 06-06-2026, 19:56 WIB
Turunkan Gula Darah Tanpa Olahraga Berat, Lakukan Calf Raises 5 Menit
Sabtu / 06-06-2026, 19:52 WIB
Vivo Luncurkan V70 Lite dengan Baterai 6.500 mAh dan Layar 3.000 Nits
Sabtu / 06-06-2026, 19:52 WIB
KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek pada Jam Sibuk Pagi
Sabtu / 06-06-2026, 19:52 WIB
Momen Makan Es Krim Go Youn-jung Jadi Viral
Sabtu / 06-06-2026, 19:48 WIB
Polisi Oakland Matikan Alert Mobil Curian karena Kewalahan
Sabtu / 06-06-2026, 19:48 WIB
Federico Chiesa Buka Suara soal Rumor Curtis Jones ke Inter Milan
Sabtu / 06-06-2026, 19:48 WIB
Kesalahan Ucap Jadi Meme: CORTIS Ungkap Daya Tarik Lirik Uniknya
Sabtu / 06-06-2026, 19:43 WIB
Emiten Ritel Naikkan Harga Jual Akibat Tekanan Nilai Tukar Rupiah
Sabtu / 06-06-2026, 19:43 WIB






