Dosen Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Sunarta, mendorong pemerintah daerah di Bali untuk meniru konsep penataan dan penghijauan taman kota seperti di Yogyakarta.

Menurutnya, langkah ini mendesak karena pembangunan yang masif telah menyebabkan kenaikan suhu udara di kawasan perkotaan, seperti Denpasar.

>>> PT Fauzi Panca Manunggal Luncurkan Panca Residence Ciracas, Hunian TOD di Jakarta Timur

Sunarta mencontohkan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang banyak ditanami pohon asam. Vegetasi tersebut berhasil menciptakan suasana kota yang lebih teduh dan nyaman.

"Silakan lihat Jogja. Itu penghijauannya di kota itu pohon asam semua.

Dia kembalikan ke Belanda," ujar Sunarta seusai Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (Baliceb) Periode 2026-2031 di Denpasar.

Pemilihan pohon asam atau celagi dinilai tepat karena memiliki banyak stomata yang efektif menyerap karbon dioksida. Sistem perakarannya juga tidak merusak infrastruktur di sekitarnya.

Konsep ini, kata Sunarta, sebenarnya sudah diterapkan sejak zaman kolonial Belanda.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya pada 2018, perubahan tutupan lahan menjadi beton dan bangunan bertingkat menyebabkan energi panas matahari tersimpan lebih lama.

>>> Luhut Binsar Pandjaitan Puji Prestasi Armando Siahaan Lulusan Harvard Business School

Akibatnya, suhu di perkotaan meningkat tajam dibandingkan wilayah dengan ruang terbuka hijau.

"Di kota temperaturnya sudah mulai meningkat tajam. Itu karena energi terperangkap di kota, nggak bisa ke mana-mana, sehingga kota menjadi semakin panas," imbuh Sunarta.

Dosen Fakultas Pariwisata Unud itu menegaskan bahwa revegetasi adalah langkah sederhana untuk menekan lonjakan suhu. Namun, pemilihan jenis vegetasi harus disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan.

"Kalau ingin mengurangi peningkatan temperatur di kota, ya itu penghijauan. Itu kan revegetasi.

Cuma vegetasi yang kita perlukan harus vegetasi yang pilih-pilih," ujarnya.

>>> Formas Desak Pembenahan Kesejahteraan Guru Honorer lewat Kolaborasi

Sunarta menyarankan agar penentuan jenis tanaman perkotaan melibatkan ahli biologi dan pakar lingkungan untuk memastikan manfaat penghijauan maksimal dalam jangka panjang.