Google dilaporkan telah menandatangani kesepakatan komputasi berskala besar dengan SpaceX menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan tersebut.

Berdasarkan dokumen regulator pada Jumat, Google akan membayar sekitar US$920 juta atau setara Rp16,56 triliun per bulan.

>>> Kisah Sukses Mbun Brownies Panggang: Resep Ibu Jadi Tujuh Cabang

Melalui kerja sama ini, Google akan memperoleh akses ke sekitar 110.000 unit GPU Nvidia, CPU, memori, serta komponen pendukung lain untuk memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan.

Kesepakatan tersebut memiliki skala yang serupa dengan kontrak yang sebelumnya diumumkan SpaceX bersama Anthropic pada akhir Mei 2026.

Dalam kerja sama itu, Anthropic menyepakati pembayaran sekitar US$1,25 miliar atau Rp22,5 triliun per bulan hingga 2029 untuk menyewa seluruh kapasitas komputasi di pusat data Colossus 1 di dekat Memphis, Tennessee.

Fasilitas tersebut awalnya dibangun oleh xAI, yang kini menjadi bagian dari SpaceX, guna mendukung pengembangan AI internal perusahaan.

Kapasitas komputasi yang diperoleh Google diperkirakan hanya sekitar setengah dari kapasitas yang diakses Anthropic di Colossus 1.

Meski demikian, SpaceX tidak mengungkap pusat data yang akan digunakan Google, setelah sebelumnya CEO SpaceX Elon Musk menyatakan pusat data Colossus 2 akan diprioritaskan untuk kebutuhan xAI.

Berbeda dengan Anthropic yang sebelumnya menghadapi keterbatasan kapasitas komputasi, Google dinilai memiliki posisi yang jauh lebih kuat sebagai salah satu pemilik infrastruktur komputasi AI terbesar di dunia.

Dalam pernyataannya, Google mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap produk AI terbarunya.

"Google Cloud dan SpaceX telah lama menjadi mitra.

>>> DOJ dan Raksasa Teknologi Bongkar Sindikat Penipuan Online Asia Tenggara

Ini adalah perjanjian jangka pendek yang tepat waktu untuk memastikan kami memiliki kapasitas tambahan guna memenuhi lonjakan permintaan pelanggan terhadap platform agen AI kami, Gemini Enterprise, yang ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan kami," kata perwakilan Google.