Kasus Ebola di Kongo Melonjak Jadi 452, 82 Orang Meninggal
Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo melonjak sebanyak 71 kasus dalam satu hari dengan tambahan 21 kematian.
Total kasus terkonfirmasi laboratorium kini mencapai 452, dengan angka kematian 82 orang.
>>> 100 Nama Bayi Laki-Laki 3 Kata Islami dan Artinya
Laporan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo yang dirilis Jumat, 5 Juni 2026, menunjukkan lonjakan ini terjadi seiring perluasan pengujian kesehatan di kota pertambangan Mongbwalu.
Otoritas setempat mulai memproses sampel langsung di Mongbwalu, pusat pertambangan emas tradisional di Provinsi Ituri, untuk mempercepat konfirmasi kasus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan bahwa penularan Ebola Bundibugyo ini berpotensi menjadi salah satu epidemi terbesar yang pernah tercatat jika pengendalian tidak dipercepat.
CDC memprediksi adanya penularan luas yang tidak terdeteksi sejak Februari 2026.
Wabah telah menyebar ke lebih dari dua lusin zona kesehatan di tiga provinsi timur Kongo, bahkan merambah ke Uganda dengan 19 kasus.
Kondisi ini diperparah oleh konflik bersenjata, pengungsian massal, dan sistem kesehatan yang rapuh.
>>> Motor Listrik Yadea Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional hingga 90 Persen
Menanggapi krisis, WHO bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika meluncurkan rencana kesiapsiagaan bersama tingkat benua. Program tersebut membutuhkan pendanaan hingga US$518 juta hingga November mendatang.
Peneliti CDC AS menyebut skala besar epidemi ini bersumber pada keterlambatan deteksi awal, bukan efisiensi penyebaran virus.
Analisis pemodelan menunjukkan jika hanya 20 persen pasien diisolasi dengan cepat, ada peluang 65 persen wabah melampaui 20.000 kasus dalam tiga bulan ke depan.
Meskipun indikator pelacakan kontak membaik menjadi 58 persen, hambatan di lapangan masih terjadi.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional mengecam serangan fisik yang melukai relawan saat operasi pemakaman aman di Bunia.
>>> Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah
Hingga saat ini, belum ada vaksin berizin edar atau terapi khusus untuk virus strain Bundibugyo. Beberapa pengobatan eksperimental sedang dikembangkan.
Update Terbaru
Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Kantongi Sertifikasi, Siap Rilis
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Dokter Ungkap Menu Sarapan yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Natalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Warga Yunani Buka Suara soal The Odyssey Christopher Nolan
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Shio Naga: Ini 3 Pasangan Paling Cocok Menurut Astrologi Cina
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Fokus Berobat Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Mulyono, Sahabat Jokowi yang Difitnah Calo Tiket, Kini Jadi Saksi Penting
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Ramalan Zodiak 22 Juli: Cancer Lebih Fokus, Leo Jangan Putus Asa
Rabu / 22-07-2026, 08:10 WIB







