Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemerintah memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menekan tekanan biaya masyarakat serta pelaku usaha.
Langkah ini diumumkan pada Sabtu (6/6/2026) sebagai bagian dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
>>> Marc Marquez Rebut Pole Position MotoGP Hungaria 2026 Usai Sempat Terjatuh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penyelarasan kedua kebijakan tersebut bertujuan agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
Penguatan stabilitas rupiah diperkirakan mampu mengendalikan harga barang melalui penekanan biaya produksi industri domestik yang mengandalkan bahan baku impor.
"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada.
Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Purbaya.
Meningkatkan Daya Tarik Instrumen Keuangan
Guna membendung ketidakpastian global, pemerintah bersama Bank Indonesia bersepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri.
>>> Bank Mandiri Taspen Gelar Program Pemberdayaan untuk Nasabah Pensiunan
Strategi ini diterapkan untuk mendorong aliran modal masuk sekaligus mempertahankan likuiditas pasar keuangan domestik.
"Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral.
Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," kata Purbaya.
Langkah penataan koordinasi fiskal dan moneter ini diproyeksikan tidak sekadar menjaga kepercayaan pasar serta stabilitas ekonomi.
>>> KPK Ungkap Modus Baru: Koruptor Beli Properti Pakai Kepingan Emas
Kebijakan ini diarahkan agar sektor rumah tangga dan pelaku usaha mendapatkan kepastian melalui aktivitas ekonomi yang menguat serta harga-harga yang lebih terkendali.
Update Terbaru
Rasio Staking Ethereum Tembus 33,9%, 40,7 Juta ETH Terkunci
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Operasi Jailhouse Sting di California: Antara Alat Investigasi dan Kontroversi
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Memahami Perbedaan Gambler's Fallacy dan Regression to the Mean
Rabu / 22-07-2026, 06:34 WIB
Protes Warnai Sidang Pete Hegseth soal Perang Iran
Rabu / 22-07-2026, 06:29 WIB
Lizzo Tampil Percaya Diri di Sampul Sports Illustrated Swimsuit
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Terry Dubrow Tantang Vicki Gunvalson Taruhan $100K Soal Harta
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Amber Rose Gugat Klub Anggota di LA, Hiasan Jatuh Timpa Kepala
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Marko Simic Berperan Besar di Balik Kedatangan Dua Pemain Asing Persija
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa Terungkap
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
PBNU Resmi Undang Presiden Prabowo Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
LUN8 Rilis 'Off the Grid': Album tentang Kebebasan dan Melepaskan Diri
Rabu / 22-07-2026, 06:25 WIB







