Karena itu, jadwal kontrol dapat berbeda antara satu peserta dengan peserta lainnya sesuai kondisi kesehatan masing-masing," jelas Rizzky.

Pada pelayanan rawat jalan, dokter akan menyampaikan apakah peserta masih memerlukan kontrol lanjutan atau perawatannya telah selesai.

Sementara bagi peserta yang selesai menjalani rawat inap, dokter juga memberikan edukasi mengenai tindak lanjut perawatan, termasuk jadwal kontrol jika masih diperlukan pemantauan lebih lanjut.

Setiap surat kontrol hanya berlaku untuk satu kali kunjungan medis di fasilitas kesehatan tujuan.

Jika penanganan berkelanjutan masih diperlukan setelah pemeriksaan terbaru, dokter dapat menerbitkan surat kontrol baru selama masa rujukan awal masih aktif.

"Seharusnya surat kontrol diterbitkan sebelum pelayanan kontrol diberikan, sebagai upaya menjaga kesinambungan pelayanan serta memberikan kepastian pelayanan kepada pasien.

Setelah mendapatkan pelayanan dari dokter, kontrol selanjutnya dapat dijadwalkan paling cepat pada hari berikutnya sesuai rekomendasi dokter penanggung jawab pasien," tambah Rizzky.

Pasien diminta mematuhi tanggal kunjungan yang telah ditetapkan agar sistem antrean rumah sakit berjalan lancar.

Namun, sistem layanan tetap membuka ruang koordinasi bagi pasien yang ingin menyesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal praktik dokter.

"Kepastian jadwal kontrol tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses pelayanan lanjutan, tetapi juga mendukung kesinambungan terapi dan pemantauan kondisi kesehatan peserta.

Di sisi lain, rumah sakit dapat mengelola kapasitas layanan secara lebih terencana sehingga pelayanan kepada peserta dapat berjalan lebih optimal," ungkap Rizzky.

Regulasi penentuan jadwal kunjungan ini murni bersandar pada analisis klinis tenaga medis terhadap kondisi fisik pasien.

>>> Alexander Zverev Melaju ke Final French Open 2026 Usai Tekuk Jakub Mensik

Langkah penataan ini bertujuan agar seluruh pemegang kartu jaminan kesehatan mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan efisien.