Meskipun demikian, GAPASDAP memberikan catatan agar eksekusi sterilisasi dijalankan secara bertahap dan terukur melalui evaluasi berkala di lapangan agar tidak memicu antrean baru.

Jalur penyeberangan Merak–Bakauheni merupakan urat nadi logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera dengan volume jutaan penumpang serta logistik strategis per tahun.

Pemanfaatan teknologi seperti One Gate System, digitalisasi tiket, CCTV, RFID, hingga pemindai wajah diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan tanpa memperpanjang rantai birokrasi.

Selain sterilisasi, organisasi ini mengingatkan pentingnya perbaikan infrastruktur utama seperti perluasan dermaga, pengerukan kolam pelabuhan, dan penyediaan area penyangga (buffer zone) yang memadai.

Gapasdap juga mendorong agar standardisasi sistem sterilisasi ini tidak hanya berpusat di Merak dan Bakauheni, melainkan diimplementasikan di seluruh pelabuhan penyeberangan Indonesia.

"Kami berharap program sterilisasi ini tidak berhenti di Merak dan Bakauheni saja, tetapi menjadi standar nasional pengelolaan seluruh pelabuhan penyeberangan di Indonesia," kata Khoiri.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Tiga Komponen Kunci Dongkrak Performa Motor Listrik

"Sterilisasi adalah upaya mengembalikan pelabuhan kepada fungsi utamanya sebagai fasilitas transportasi publik yang aman, tertib, nyaman, profesional, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.