Tren modifikasi kendaraan ramah lingkungan semakin diminati di Indonesia, khususnya pada sektor roda dua. Banyak pemilik motor listrik ingin meningkatkan performa agar lebih bertenaga dan responsif.

Namun, masih ada pemahaman keliru bahwa peningkatan akselerasi hanya bergantung pada penggantian sumber daya utama. Padahal, terdapat tiga komponen vital yang harus saling mendukung.

>>> Dolar AS Tembus Rp 18.000, Netizen Bagikan 5 Kuliner dengan Harga Setara

Menurut Hernest, pemilik bengkel spesialis, tiga komponen kunci tersebut adalah baterai, controller, dan dinamo. "Intinya kalau sepeda listrik atau motor listrik itu ada tiga kekuatan.

Baterai, controller, dan dinamo," ujarnya.

Baterai dan Controller sebagai Fondasi

Komponen pertama yang krusial adalah baterai sebagai penyuplai daya. Kualitas baterai harus didukung oleh Battery Management System (BMS) pintar yang membatasi pengeluaran arus secara aman.

Penggunaan baterai dengan tegangan tinggi, seperti 60V hingga 72V ke atas, menjadi modal awal yang baik.

Komponen kedua adalah controller yang bertindak sebagai otak pengatur penyaluran arus dari baterai ke motor penggerak.

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Akan Nikah di New York

Kapasitas controller harus setara atau di atas spesifikasi arus BMS agar aliran tenaga tidak tertahan. "Urutannya itu BMS, kalau BMS-nya itu 60, maka controller-nya minimal 60.

Paling bagus 100," jelas Hernest.

Peran Dinamo dalam Menentukan Akselerasi

Bagian terakhir adalah dinamo atau motor penggerak. Beberapa motor listrik standar pabrikan sudah memiliki baterai dan controller yang baik, namun kapasitas dinamo masih kecil.

Dinamo berkapasitas 1.000 watt membuat respons kendaraan terasa biasa. Upgrade ke 2.000 watt dapat membuat motor bekerja maksimal dan lebih efisien.

"Ini (baterai dan controller) sudah bagus, tapi dinamonya masih 1.000 watt, itu kurang maksimum.

>>> Kisah Syailendra Ahmad Terbang Sendiri dari Manado Demi Wujudkan Mimpi Jadi Escort Timnas

Tapi kalau dibikin (upgrade) ke 2.000 watt, maka ini bisa bekerja maksimum, bisa jengat-jengat lah intinya, dan lebih efisien juga," pungkas Hernest.