Maluku Utara memegang peranan strategis dengan menyuplai sekitar 13-15% pasokan nikel dunia.

Pertumbuhan ekonomi daerah ini bahkan menembus 19,64% pada kuartal pertama 2026 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Aktivitas pengolahan dan pertambangan menjadi penopang utama ekonomi daerah tersebut.

>>> Timnas U19 Indonesia Targetkan Kemenangan Lawan Vietnam demi Semifinal

Komoditas besi baja, nikel, dan bahan kimia anorganik mendominasi dengan kontribusi 96,65% dari total ekspor Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan hilirisasi tidak boleh hanya bersandar pada pertumbuhan ekonomi dan investasi semata.

Tantangan besar berikutnya adalah memperluas keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai nilai industri.

"Karena itu kami sedang memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat mengambil peran yang lebih besar dalam industri.

Kami juga sedang mendorong pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang relevan dengan kebutuhan sektor industri, sehingga ke depan semakin banyak masyarakat lokal yang dapat mengisi posisi-posisi strategis," ucap Sherly.

Hingga tahun 2030, Sherly menargetkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, dan peluang ekonomi, seiring perluasan kawasan industri.

Peningkatan peran Maluku Utara dalam rantai pasok mineral kritis membuat penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di Indonesia kian disorot pasar internasional.

Executive Director NiPERA, Chris Schlekat, menegaskan bahwa pasar global menuntut bukti nyata atas penerapan praktik berkelanjutan yang dapat diverifikasi secara objektif.

"Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen untuk menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi.

Karena itu, penting bagi industri untuk mengacu pada standar yang kredibel, relevan, dan berbasis sains agar klaim mengenai praktik-praktik tersebut dapat diukur secara objektif," tutur Chris.

Co-head of Responsible Sourcing Glencore, Ilse Schoeters, menyoroti perbedaan kecepatan perkembangan industri nikel di Indonesia yang tumbuh pesat dalam waktu kurang dari satu dekade.

"Industri nikel Indonesia berkembang dalam kecepatan yang luar biasa.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, kawasan industri dan rantai nilai yang kompleks telah tumbuh dengan sangat cepat.

>>> Nastasya Shine Luncurkan Tinted Sunscreen SPF 50 untuk Kulit Glowing

Kami melihat ada perusahaan yang sudah menunjukkan kemajuan dalam mengintegrasikan ESG ke dalam operasionalnya, sementara beberapa yang lain masih dalam proses membangun sistem yang diperlukan," ujarnya.