PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan syariah senilai Rp 950 miliar kepada dua anak usaha Grup Indika Energy.

Pembiayaan tersebut diberikan kepada PT Indika Empat Mitra Surya (IEMS) dan PT Empat Mitra Indika Cahaya (EMIC) pada Jumat (6/6).

>>> Beasiswa LPDP 2026 Masih Buka Pendaftaran untuk S1 hingga S3

Dana itu dialokasikan untuk mendanai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.

Skema Pembiayaan Syariah

Skema yang digunakan adalah Line Facility Musyarakah Mutanaqisah (MMq).

Fasilitas ini berfungsi sebagai refinancing syariah atas proyek PLTS yang disewakan kepada konsumen komersial dan industri di berbagai daerah.

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi Gani mengatakan kerja sama ini memperluas hubungan strategis dengan Grup Indika Energy.

Langkah tersebut juga memperkuat portofolio pembiayaan syariah perusahaan di sektor infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.

"Pembiayaan itu menunjukkan bahwa instrumen pembiayaan syariah dapat menjadi solusi yang kompetitif untuk mempercepat adopsi PLTS pada segmen pasar komersial dan industri yang pertumbuhannya makin pesat," ujar Sylvi Gani.

>>> Ketidakpastian Global: Dampak pada Kelompok Rentan dan Disabilitas

Ia berharap kolaborasi dengan Grup Indika Energy menjadi katalis bagi perluasan PLTS.

Hingga Maret 2026, akumulasi penyaluran dana PT SMI untuk proyek energi terbarukan mencapai Rp 27,6 triliun.

Manajemen berkomitmen terus memacu inovasi skema pembiayaan konvensional maupun syariah demi mempercepat pembangunan infrastruktur energi berkelanjutan.

Direktur PT IEMS dan PT EMIC Yovie Priadi menyambut positif dukungan finansial tersebut. Menurutnya, pendanaan itu menjadi landasan penting bagi kelanjutan ekspansi pemanfaatan energi surya oleh korporasi.

"Dengan demikian, makin banyak pelaku industri dapat beralih ke energi bersih dengan lebih cepat dan efisien," ungkap Yovie Priadi.

>>> Banyak Game Besar Menghindari Rilis GTA 6 November 2026

Penyediaan fasilitas pembiayaan tanpa investasi awal ini diharapkan mempermudah pelanggan dari sektor industri. Kemudahan akses tersebut ditargetkan mampu mempercepat konversi penggunaan energi bersih secara efisien di Indonesia.