Tantangan Ketergantungan Kognitif

Kecenderungan mengalihkan pekerjaan kognitif ke peranti digital sebenarnya bukan hal baru.

Dr. Lane Freeman dari North Carolina Community College System mencontohkan bagaimana ponsel kini menggantikan daya ingat manusia terhadap nomor telepon.

Namun, tantangan saat ini jauh lebih mendalam karena mencakup proses berpikir kritis dan kreativitas.

Freeman mengingatkan bahaya besar jika membiarkan kecerdasan buatan bekerja atau menjawab terlebih dahulu sebelum otak manusia berpikir.

Respon pertama dari teknologi dapat menjadi jangkar kognitif yang membatasi munculnya alternatif ide lain. Kondisi ini berisiko mempersempit ruang kreativitas dan menumpulkan ketajaman berpikir kritis seseorang.

Sebaliknya, jalur saraf untuk berpikir kreatif akan tetap terlatih jika manusia mengawali proses lewat brainstorming mandiri.

>>> Mahasiswa Universitas Mataram Raih Penghargaan Apple Lewat Aplikasi Nuramma

Sinergi yang sehat menuntut kolaborasi aktif, bukan ketergantungan yang membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir.