>>> Bank Indonesia Akan Naikkan Remunerasi Kas Negara untuk Jaga Beban Utang

Purbaya menilai kenaikan impor sebenarnya berdampak positif, namun pemerintah berkewajiban menjaga agar arus barang tidak sampai menimbulkan kendala logistik.

"Katanya begitu impor yang tinggi di bulan April.

Jadi, kalau itu sih bagus tapi kita harus siap nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal.

Kalau kurang orang saya akan nambah orang disini, kalau kurang di Jakarta saya impor dari Surabaya, Medan, atau Semarang, Banten," terang Purbaya.

Di sela-sela kunjungan, Purbaya memantau langsung aktivitas pemeriksaan fisik terhadap barang-barang impor.

Ia sempat membuka satu kontainer secara acak dan mendapati isinya telah sesuai dengan dokumen yang dilaporkan pihak importir.

"Saya nggak lihat satu-satu, tapi saya lihat ada bahan baku kulit, tapi nggak numpuk sih.

Saya nggak tahu yang mana yang numpuk ya, tapi yang saya lihat tadi ada bahan baku kulit, onderdil blender, ada lagi matras karet, yang terakhir marmer.

sejenis itu lah. Yang itu bukan menumpuk, saya nggak tahu itu yang numpuk apa nggak," bebernya.

Pemerintah menegaskan bahwa pemeriksaan nilai barang akan diperketat demi menghindari praktik under invoicing atau manipulasi penurunan nilai pelaporan impor.

>>> IHSG Ambruk 4,2%, Asing Lepas Saham TPIA dan BBCA Triliunan Rupiah

Selain itu, sistem pengawasan ke depan direncanakan bakal mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).