PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil mengamankan pendanaan internasional senilai US$477,87 juta.

Pendanaan ini diperoleh setelah tiga proyek perusahaan resmi masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas.

>>> Bogor Hornbills Taklukkan Satria Muda pada Semifinal Pertama IBL 2026

Masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 didasarkan pada Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor Kep.

52/M. PPN/IIK/06/2026.

Langkah ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya ketiga proyek tercantum dalam Blue Book Bappenas periode 2025–2029.

Total pinjaman luar negeri dialokasikan melalui skema on-lending dengan pembiayaan concessional loan. Skema ini menawarkan suku bunga menarik serta tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial.

Pendanaan tersebut terbagi untuk tiga proyek spesifik.

PLTP Lumut Balai Unit 3 mendapat US$158,86 juta dari JICA dengan target COD 2030, dan PLTP Lumut Balai Unit 4 sebesar US$148,97 juta dari JICA dengan target COD 2032.

Sementara itu, proyek PLTP Lahendong Unit 7–8 mendapatkan alokasi pembiayaan US$170,04 juta dari World Bank dengan target operasional atau COD pada tahun 2030.

Ketiga infrastruktur ini merupakan bagian dari peta jalan strategis perseroan untuk meningkatkan kapasitas potensi panas bumi nasional hingga 3 GW.

Kinerja Keuangan dan Prospek Bisnis

Seiring kesiapan ekspansi, pertumbuhan bisnis perseroan menunjukkan tren positif.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba bersih melonjak 40 persen menjadi US$43,90 juta secara tahunan (YoY).

>>> Atlet Muda Pecahkan Rekor Nasional di Indonesia Short Course 2026

Pendapatan perseroan turut terkerek naik 14,8 persen menjadi US$116,56 juta.

Kinerja operasional yang konsisten sejak tahun 2025 mencatat rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah mencapai 5.095 GWh.