Langkah ini didukung model teoritis baru bernama Plasma-Wall Interaction Self-Organisation (PWSO) dari Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP).

Model ini menjelaskan pengaruh interaksi plasma dan dinding terhadap batas kepadatan.

Melalui model PWSO, ilmuwan menemukan bahwa radiasi di wilayah batas plasma memicu tercapainya batas Greenwald. Pengendalian kondisi tersebut berhasil mengarahkan plasma EAST menuju wilayah bebas kepadatan (density-free region).

Tantangan Menuju Fase Komersial

Secara teori, pengoperasian plasma hingga 1,65 kali batas Greenwald dapat meningkatkan energi fusi hingga beberapa kali lipat.

Hasil eksperimen ini juga menjadi konfirmasi pertama mengenai keberadaan kondisi bebas kepadatan pada reaktor tokamak.

Kendati menunjukkan kemajuan besar, para peneliti menegaskan bahwa pembangkit listrik tenaga fusi belum siap dibangun dalam waktu dekat.

Masih ada tantangan rekayasa yang harus diselesaikan, seperti kemampuan plasma mempertahankan panas dalam waktu lama dan ketahanan material dinding reaktor.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances melalui kolaborasi multi-institusi, melibatkan Institute of Plasma Physics, Huazhong University of Science and Technology, serta Aix-Marseille University.

>>> Timnas Indonesia Hancurkan Oman Tiga Gol Tanpa Balas di Jakarta

Reaktor EAST telah beroperasi sejak 2006 sebagai platform penelitian terbuka bagi ilmuwan domestik dan internasional.