Selain itu, batasi juga produk olahan seperti kornet, ham, sosis, atau bacon karena mengandung kadar garam dan lemak tinggi.

Ketiga, perhatikan teknik memasak.

Banyak orang hanya fokus pada jenis daging tetapi mengabaikan cara pengolahannya, padahal metode memasak sangat memengaruhi mutu gizi makanan.

Penggunaan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak alpukat lebih disarankan.

Teknik memasak dengan suhu rendah seperti mengukus, merebus, membuat semur, atau memanggang perlahan jauh lebih aman.

Membakar daging dengan suhu terlalu tinggi hingga gosong dapat memicu munculnya senyawa karsinogenik.

Keempat, tambahkan pangan nabati. Kesalahan umum adalah menempatkan daging sebagai menu utama dan hanya menjadikan sayur sebagai pelengkap.

Padahal, para pakar gizi menyarankan agar piring makan didominasi oleh bahan pangan nabati.

Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan legum mengandung serat serta antioksidan yang tidak ditemukan pada daging. Kehadiran unsur nabati ini berfungsi sebagai penyeimbang formula makanan yang masuk ke tubuh.

Bagi yang ingin mengurangi porsi daging, Rizzo menyarankan memperbanyak protein nabati seperti tahu, tempe, atau kacang merah.

>>> Pakar Bantah Rumor Alat Tes Kehamilan Berisi Pil KB Darurat

Mencoba beberapa hari tanpa daging dalam seminggu dapat menjadi awal yang baik untuk kesehatan.