Namun, efeknya dinilai temporer.

Metals Focus meyakini harga emas akan kembali bullish begitu ketegangan geopolitik mereda.

Dari sisi pasokan, produksi tambang emas global diperkirakan tumbuh 2,4 persen menjadi 3.907 ton pada 2026, setelah menembus rekor 3.817 ton pada 2025.

Pasokan dari daur ulang juga diprediksi meningkat 5,1 persen.

Kendati total pasokan bertambah, peningkatan tersebut diperkirakan belum mampu membendung besarnya arus minat investasi.

Permintaan perhiasan diproyeksikan terus tertekan akibat tingginya harga bahan baku, dengan volume fabrikasi turun 11 persen pada 2026 setelah merosot 19 persen pada tahun sebelumnya.

>>> AS Buka Peluang Kabulkan 18 Pengecualian Tarif Impor Indonesia

Sebaliknya, instrumen investasi fisik dan produk turunan berbasis emas diproyeksikan tetap menjadi motor penggerak utama di pasar.