Hasil Operasional dan Target Emisi

Pada aspek operasional, penggantian alat berbahan bakar fosil menjadi bertenaga listrik berkontribusi sebesar 66,86 persen dari total reduksi emisi perusahaan, atau setara 1,52 MMtCO2e.

Pertamina memproyeksikan penjualan biofuel mencapai 60 juta kl pada 2029 melalui proyek utama Bio Refinery Cilacap.

Sektor panas bumi ditargetkan menghasilkan kapasitas listrik 1,4 GW lewat proyek Hululais dan Lahendong.

Proyek Geothermal Lahendong Unit 7 & 8 telah terdaftar dalam Green Book Kementerian PPN/Bappenas, yang membuka peluang pendanaan dari World Bank.

Pertamina menetapkan target penurunan emisi metana (CH4) sebesar 40 persen dari standar tahun 2021 melalui program zero flaring di sektor hulu.

Program Leak Detection & Repair Campaign (LDAR) ini sukses menekan emisi metana tidak terkontrol antara 30 hingga 39,7 persen.

Hingga tahun 2025, inisiatif penekanan kebocoran tersebut membuahkan hasil signifikan di sejumlah lapangan operasional.

>>> Wuling Pasarkan Eksion PHEV, Mampu Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Penurunan emisi metana tercatat sebesar 68,4 persen di PEP Donggi Matindok, 30 persen di JOB Pertamina-Medco E&P Tomori, serta 38,7 persen di PT Badak NGL.