Wuling Motors resmi meluncurkan produk elektrifikasi terbaru, Eksion, setelah sebelumnya menghadirkan Darion. Kendaraan ini tersedia dalam dua varian, yaitu listrik murni dan plug-in hybrid (PHEV).

Varian PHEV dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan mobil ramah lingkungan dan efisien.

>>> Kylian Mbappe Ungkap Perbedaan Mencolok Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Model ini juga menjadi solusi bagi pengendara yang masih khawatir terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Daya jelajah Wuling Eksion PHEV diklaim mampu melewati jarak hingga 1.000 kilometer lebih.

Kemampuan jarak jauh ini dapat dicapai saat kondisi bahan bakar dan baterai mobil terisi penuh.

Penerapan teknologi PHEV tidak hanya mengejar efisiensi bahan bakar yang tinggi. Sistem tersebut juga dirancang untuk menyajikan sensasi berkendara yang serupa dengan mobil listrik murni.

Efisiensi didukung oleh baterai berkapasitas 20,5 kWh.

Saat daya baterai terisi penuh, Eksion PHEV dapat melaju hingga 125 km hanya dengan mode listrik tanpa menghidupkan mesin bensin.

Empat Mode Energi

Pengemudi Wuling Eksion PHEV dibekali empat mode energi yang meliputi EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.

Setiap opsi memiliki fungsi spesifik yang dapat disesuaikan dengan situasi di jalan raya.

Product Communication Manager Wuling Motors Danang Wiratmoko menjelaskan, keempat mode energi tersebut bisa diatur melalui menu kendaraan yang ada pada head unit.

>>> Garuda Menang! Indonesia Akhiri Rekor Buruk 38 Tahun Lawan Oman

"Ada EV Max, mode ini akan memprioritaskan penggerak yang bersumber dari tenaga baterainya.

Lalu EV First, bisa dipilih kalau ingin memprioritaskan penggerak listrik dan ketika dibutuhkan, mesin bensinnya akan membantu," kata Danang.

Sistem penggerak kemudian beralih ke mode Hybrid yang menawarkan kepraktisan tinggi dalam penggunaan sehari-hari. Mekanisme kerja pada opsi ini berjalan otomatis seperti kendaraan hibrida pada umumnya.