Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang berseberangan.

Ia mengatakan bahwa kemajuan mulai terlihat dalam upaya meredakan ketegangan antara Israel dan Lebanon karena negara tersebut layak mendapatkan perdamaian.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 1,2 juta barel per hari pada tahun ini.

Hal ini terjadi meskipun gangguan geopolitik di Selat Hormuz masih berlangsung.

Penurunan harga minyak mentah internasional juga dipengaruhi oleh penurunan volume ekspor minyak Iran ke level terendah dalam enam tahun terakhir akibat blokade laut AS.

Selain itu, tingkat permintaan dari pasar China juga melemah.

"Pasar tidak melihat adanya eskalasi konflik lebih lanjut.

Meskipun belum ada kesepakatan, investor mulai menilai situasi bergerak ke arah deeskalasi," ujar Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.

>>> UIN Sunan Kalijaga Buka PMB Jalur Mandiri 2026 dan Prodi Kedokteran

"Optimisme pasar masih dibayangi oleh berbagai perkembangan dan pernyataan yang saling bertolak belakang," kata Tony Sycamore, analis pasar IG.