Produsen Kendaraan Listrik Tiongkok Tertekan Perang Harga dan Kelebihan Kapasitas
Pasar kendaraan listrik Tiongkok tengah menghadapi tekanan berat akibat kelebihan kapasitas produksi dan perang harga yang agresif. Penjualan domestik tercatat melambat selama tujuh bulan berturut-turut hingga April 2026.
Kondisi ini memaksa para produsen otomotif untuk memperluas pasar ekspor global guna mengatasi kejenuhan di dalam negeri.
>>> Tesla Roadster Kembali Tertunda, Peluncuran Diundur ke Agustus
Data industri menunjukkan penurunan volume penjualan regional turut menekan proyeksi pendapatan sejumlah pabrikan besar.
CEO GM Soroti Persaingan Harga
CEO General Motors (GM), Mary Barra, menyoroti persaingan sengit yang memaksa efisiensi besar-besaran di tengah maraknya subsidi ekspor dari Tiongkok.
"Tidak mungkin lebih dari 100 produsen otomotif di satu negara dapat terus bersaing, terutama ketika persaingan kini bertumpu pada harga," ujarnya.
Barra menambahkan bahwa model bisnis saat ini perlu dievaluasi kembali karena penurunan harga yang ekstrem akibat kejenuhan pasar tidak akan bertahan lama.
"Perlu dilihat seperti apa model bisnis yang berkelanjutan karena kondisi yang terjadi saat ini tidak dapat berlangsung selamanya," katanya.
Penurunan insentif federal di Amerika Serikat juga diprediksi akan memperlambat adopsi kendaraan listrik global. Meski demikian, GM mencatat pertumbuhan saham lebih dari 27 persen sejak awal tahun.
>>> Kia Tasman Dapat 'Kit Koreksi' agar Tak Mirip Sid dari Ice Age
"Kami memperkirakan pertumbuhan kendaraan listrik akan melambat. Industri dan berbagai lembaga riset eksternal juga memiliki pandangan yang sama.
Namun yang penting, kami tetap melihat pasar kendaraan listrik masih akan terus tumbuh," kata Barra.
Dampak pada Produsen Tiongkok
Produsen asal Tiongkok seperti BYD dan Xpeng mulai merasakan dampak langsung pada profitabilitas jangka pendek mereka akibat diskon agresif.
CEO Xpeng, He Xiaopeng, memproyeksikan konsolidasi besar-besaran akan menyaring para pemain industri otomotif dalam waktu dekat.
"Saya pribadi berpandangan bahwa hanya akan ada tujuh perusahaan otomotif besar yang masih bertahan dalam 10 tahun mendatang," ujarnya.
>>> Audi CEO Isyaratkan Nuvolari Spyder yang Lebih Eksklusif
Meskipun pengiriman kuartal pertama Xpeng turun 33,3 persen menjadi 62.682 unit, perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal kedua 2026 mencapai 19,60 miliar hingga 20,80 miliar yuan berkat peluncuran model baru, termasuk varian Xpeng G6 Pro di Indonesia yang terjual 300 unit.
Update Terbaru
Trump Dukung Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Usai Piala Dunia 2026
Kamis / 23-07-2026, 04:37 WIB
Serangan Drone Iran Makin Presisi, Intelijen AS Bingung Cari Dalang
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Tanggapi Ancaman Iran, Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Mohamed El-Erian Puji Program Rekening Investasi Anak Trump
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Chick-fil-A Peringatkan Pelanggan Setelah Serangan Siber Bocorkan Data
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Tomb Raider King Animated Series Umumkan Pengisi Suara Inggris, Tayang 22 Juli
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Ted Lasso Season 4 Akan Fokus pada Tim Sepak Bola Wanita
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Salvador Perez Samai Rekor Home Run Royals, Kalahkan Giants
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Bikin Farm Otomatis di Minecraft? Ini Triknya Biar Gak Repot Lagi!
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Perubahan eFootball dari Masa ke Masa: Dari PES ke Free-to-Play
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Ilhan Omar Dukung Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungan ke AS
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB







