Telkomsel menegaskan komitmennya terhadap bisnis berkelanjutan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Perusahaan mengungkapkan bahwa 361 base transceiver station (BTS) telah menggunakan energi terbarukan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengurangan emisi karbon. Selain itu, Telkomsel juga melakukan pengelolaan limbah elektronik secara berkelanjutan.

>>> SheHacks 2026: AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas

Tiga Pilar Keberlanjutan Telkomsel

Telkomsel mengusung tiga pilar utama dalam strategi keberlanjutannya, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Pilar Jaga Cita berfokus pada perluasan jangkauan layanan digital ke pelosok desa.

Sementara Jaga Data menekankan penguatan tata kelola keamanan data pelanggan sesuai standar internasional. Jaga Bumi berkaitan dengan upaya lingkungan seperti penggunaan energi terbarukan.

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz F. M.

Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan lingkungan.

>>> Game Silent Hill Townfall Meluncur 24 September 2026 ke PS5 hingga PC

"Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia mengapresiasi langkah Telkomsel yang konsisten menjalankan program keberlanjutan meski tidak berada di sektor ekstraktif.

"Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat," lanjut Diaz.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.

>>> Turnamen Yu-Gi-Oh World Championship 2026 Resmi Dimulai, Tebar Hadiah Gratis

"Kami telah dan akan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa," ujarnya.