"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, khususnya di wilayah Pantai Utara Jawa.

Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," papar AHY.

Kawasan Pantura Jawa dinilai krusial karena berfungsi sebagai pusat industri, pelabuhan, dan mobilitas masyarakat.

Cakupan kolaborasi yang dibuka meliputi rekayasa pesisir, sistem operasi, teknologi pemantauan lingkungan, hingga sektor energi bersih.

"Indonesia terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang mampu memperkuat kapasitas nasional sekaligus menghadirkan solusi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," tegas Menko AHY.

Melalui forum ini, pemerintah berharap komitmen internasional dapat segera diwujudkan ke dalam bentuk proyek riil yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

"Kita perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari komitmen menuju hasil yang dapat dipercaya masyarakat," ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan mampu mengokohkan hubungan ekonomi dan rasa saling percaya dalam jangka panjang antarnegara lintas kawasan.

"Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek.

>>> Kuasai Lovable, v0, dan Bolt untuk Bangun Website Tanpa Coding

Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa," pungkas Menko AHY.