Kesehatan fiskal Indonesia menghadapi tekanan baru akibat kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan penerimaan negara hingga akhir tahun.

Belanja pemerintah pusat melonjak 52,6 persen secara tahunan menjadi Rp 1.059,3 triliun per Mei 2026.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Oman 2-0 di Jakarta

Lonjakan ini menyebabkan defisit APBN membengkak hingga Rp 180,4 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekonom Juniman menilai defisit 0,7 persen terhadap PDB hingga Mei masih aman jika tren penerimaan negara tetap tinggi.

Namun, ia mengingatkan keberlanjutan anggaran bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga pertumbuhan penerimaan.

Pelemahan kurs rupiah berisiko menurunkan profitabilitas perusahaan akibat pembengkakan biaya produksi dan impor. Hal ini dapat mengurangi setoran pajak korporasi, termasuk PPN dan PPh.

Strategi percepatan belanja sejak awal tahun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kini dipertanyakan. Juniman mengatakan investor, ekonom, dan lembaga rating mempertanyakan kecukupan ruang fiskal di semester kedua.

Selain nilai tukar, posisi fiskal jangka menengah dan panjang juga tertekan oleh pengalihan dividen BUMN ke Danantara.

>>> John Herdman Turunkan Formasi 3-4-3 Hadapi Timnas Oman

Kehilangan sumber penerimaan langsung ini berpotensi menambah beban APBN jika pemerintah harus memberikan dukungan modal.

Juniman mendorong pemerintah segera memaparkan pembagian risiko secara transparan jika investasi Danantara mengalami kendala. Investor dan lembaga rating ingin melihat dampaknya terhadap posisi fiskal negara.

Kekhawatiran pasar muncul karena pemerintah belum merinci proyeksi penerimaan negara hingga akhir tahun. Juniman menyarankan pemerintah menjelaskan sumber penerimaan per kuartal agar defisit tetap terjaga.

Meski demikian, target defisit di bawah 3 persen PDB diproyeksikan masih tercapai jika asumsi pertumbuhan pendapatan negara tetap tinggi.

Juniman memperkirakan defisit bisa dijaga di kisaran 2 hingga 2,5 persen PDB.

>>> 10.000 Pelari Ramaikan Yellow Run 2026 di Jakarta, Rebutkan Hadiah Rp1 Miliar

Pasar keuangan global dan lembaga pemeringkat menunggu langkah konkret pemerintah dalam mengelola belanja dan defisit. Juniman menekankan pentingnya penjelasan rinci untuk meningkatkan kredibilitas fiskal Indonesia.