Sebanyak 10.000 pelari memadati Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026) untuk mengikuti ajang Yellow Run 2026.

Total hadiah yang diperebutkan dalam acara ini mencapai Rp1 miliar.

>>> Iran Tegaskan Dukungan untuk Hizbullah dan Tuntut Israel Mundur dari Lebanon

Peserta terbagi dalam dua kategori jarak tempuh, yaitu lari 5K dan 10K.

Rute yang disediakan relatif datar, sehingga memberikan peluang bagi pelari perkotaan untuk meraih catatan waktu terbaik atau personal best.

Kondisi lintasan yang rata dinilai cocok bagi pelari pemula.

Peserta tetap diimbau mempersiapkan kondisi fisik dan menggunakan perlengkapan olahraga yang nyaman untuk mengurangi risiko cedera.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari pihak korporasi, termasuk sektor swasta yang memfasilitasi wadah kompetisi aman bagi komunitas lari.

Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu merangkap Plt.

Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, mengatakan bahwa Yellow Run menjadi ruang bagi pelari untuk berkompetisi dan merayakan semangat hidup sehat.

>>> Macarthur Bulls Perpanjang Kontrak Pemain Keturunan Indonesia Luke Vickery

Pihak asuransi sebagai mitra resmi menyediakan proteksi penuh bagi seluruh peserta.

Layanan pemeriksaan kesehatan dasar dan armada ambulans disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.

Fabiola menambahkan, perlindungan tidak hanya hadir saat risiko terjadi, tetapi juga ketika masyarakat menjalani gaya hidup sehat.

Ia berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk hidup lebih aktif dan sehat.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Zeth Boroh, Sp. KO, memaparkan sejumlah faktor risiko cedera lari.

Sepatu yang tidak sesuai, anatomi kaki flat foot, serta bentuk kaki X dan O dapat meningkatkan risiko cedera.

>>> BUMI Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Arutmin untuk Hilirisasi

Baju lari yang tidak sesuai juga menyebabkan energi yang digunakan saat lari tidak efektif.