Katak Badut Jadi Alat Uji Kehamilan Populer Era 1950
Metode deteksi kehamilan pada era 1950-an hingga 1960-an menggunakan cara unik yang melibatkan amfibi.
Suntikan sampel urine perempuan ke kaki belakang katak betina menjadi prosedur utama dalam pengujian tersebut.
>>> 9 Pohon Buah dengan Akar Aman untuk Pekarangan Rumah
Jenis amfibi yang dimanfaatkan adalah African clawed frog atau katak badut (Xenopus laevis). Metode ini dikenal luas sebagai tes Hogben.
Kandungan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dalam urine perempuan hamil merangsang katak betina bertelur hingga ratusan butir dalam waktu 24 jam.
Dr. Isabel Davis dari Natural History Museum London menyatakan bahwa Xenopus menjadi pilihan terbaik karena ukuran telurnya yang lebih besar.
Sebelum katak, tikus dan mamalia lain lebih dulu dijadikan subjek uji laboratorium. Prosedur pada tikus mewajibkan pembedahan organ dalam, sedangkan katak bisa tetap hidup dan digunakan berulang kali.
"Anda tidak memerlukan izin viviseksi karena mereka bertelur di luar tubuh," kata Davis. Penggunaan katak dianggap sebagai lompatan besar dalam dunia medis.
>>> Purbaya Sebut Pelemahan IHSG dan Rupiah Akibat Miskonsepsi Pasar
Fungsi utama pengujian ini adalah memantau lonjakan hormon HCG untuk mendeteksi kehamilan lebih awal. Data tersebut membantu penanganan prenatal sejak dini serta memudahkan dokter memproyeksikan usia kandungan.
Masyarakat zaman dulu tidak bisa membeli alat uji mandiri di apotek. Layanan tes medis bersifat terbatas dan hanya diberikan kepada pasien dengan indikasi sakit atau gejala klinis samar.
Proses pengujian dilakukan melalui jasa pengiriman pos. Pasien mengirimkan sampel urine ke laboratorium, lalu hasilnya diteruskan kepada dokter.
"Tidak dianggap tepat bagi perempuan untuk mendapatkan hasil tes mereka sendiri," ujar Davis. Kekhawatiran terhadap dampak sosial, seperti epidemi aborsi, menjadi alasan regulasi medis yang ketat.
>>> OJK Dorong Perusahaan Asuransi Perkuat Underwriting Hadapi Inflasi Medis
Kontrol hasil tes sepenuhnya berada di bawah otoritas tenaga medis. Dokter menjadi penengah hasil tes kehamilan pada masa itu.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







