Polsek Batuaji tengah menyelidiki video viral berdurasi 14 detik yang memperlihatkan sosok misterius menyerupai pocong membawa senjata tajam di sekitar Masjid Jami Al-Mursyidin, kawasan MKGR, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Rekaman tersebut diambil oleh sekelompok anak-anak yang sedang bermain pada Jumat (5/6/2026). Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu keresahan warga.

>>> Manchester United Target Juara Liga Inggris Sebelum 2028 Lewat Proyek 150

Seorang warga bernama Hana mengatakan penampakan itu terjadi di dekat area gudang yang berdekatan dengan permukiman padat dan rumah kos.

"Yang lihat pocong itu anak-anak yang sedang main di sekitar sini. Mereka kemudian merekam dan videonya beredar di media sosial," ujarnya.

Hana menduga sosok tersebut bukan pocong asli, melainkan orang yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti warga. "Pastinya bukan pocong asli.

Bisa saja itu orang yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti warga, lalu memanfaatkan situasi untuk mencuri.

Karena dalam beberapa waktu terakhir banyak motor hilang dan ada juga kos-kosan yang disatroni maling," kata Hana.

Warga setempat mendesak polisi segera mengungkap pelaku agar tidak menimbulkan kepanikan lebih luas. "Kami berharap polisi bisa mengungkap siapa pelakunya.

>>> OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen per April 2026

Jangan sampai masyarakat terus dibuat takut dan resah dengan kejadian seperti ini," tambah Hana.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan personel telah dikerahkan ke lapangan untuk mengumpulkan data dan melakukan verifikasi.

"Anggota masih di lapangan dan saat ini sedang kami crosscheck informasi tersebut," ujarnya.

Pihak berwenang meminta warga tetap tenang dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.

"Jika ada warga yang melihat langsung atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut, segera lapor kepada kami agar dapat ditindaklanjuti.

>>> Menkeu Bantah Inverted Yield Curve Tanda Resesi

Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya," kata AKP Bayu.