Danantara Bantah Isu Kewajiban Pembelian Patriot Bond Pemilik Tabungan
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membantah kabar mengenai kewajiban bagi warga Indonesia pemilik tabungan di atas Rp3 miliar untuk membeli produk Patriot Bond dan Merah Putih Bond.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan guna merespons isu keliru yang beredar di masyarakat setelah pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
>>> Florentino Perez Janjikan Dumfries, Mourinho, dan Konate ke Real Madrid
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan berita bohong.
"Tidak benar informasi tersebut. Isu itu hoax.
Tidak ada rencana pemerintah mewajibkan masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan di atas Rp 3 miliar untuk membeli Patriot Bond maupun Merah Putih Bond," kata Dony.
Dony menjelaskan bahwa instrumen investasi tersebut sebenarnya dirancang untuk memfasilitasi partisipasi sukarela masyarakat dan investor dalam pembiayaan pembangunan nasional.
"Pemerintah dan Danantara berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan investasi sesuai prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta menghormati hak masyarakat dalam mengambil keputusan investasi.
Oleh karena itu, informasi yang menyebut adanya kewajiban pembelian bagi kelompok masyarakat tertentu tidak benar dan tidak memiliki dasar," tambah Dony.
>>> Pemprov DKI Jakarta Kembali Gelar Car Free Day di Rasuna Said
Langkah penerbitan surat utang khusus oleh Danantara ini sebelumnya disetujui DPR RI dalam revisi UU P2SK sebagai strategi mobilisasi modal di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut meluruskan isu terkait kewajiban pembelian bagi wajib pajak dengan aset SPT tahunan di atas Rp3 miliar.
Purbaya memastikan pemerintah justru menyiapkan insentif khusus agar produk investasi pembangunan ini menarik minat para pemilik modal tanpa adanya unsur paksaan.
"Ngak ada kewajiban, tetapi akan diberi insentif sehingga itu menarik bagi orang yang punya uang, kira-kira gitu.
Setahu saya nggak wajib sampai sekarang ya, waktu saya ikut rapat di Istana, tetapi nggak tahu kalau berubah.
>>> Niven Hopkins Idap Gagal Ginjal Kronis Stadium Akhir Akibat Faktor Genetik
Setahu saya presiden nggak pernah bilang itu wajib," terang Purbaya.
Update Terbaru
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Star Wars: The Mandalorian and Grogu Kini Tersedia di Platform Digital
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Nespresso dan Blue Bottle Coffee Luncurkan NOLA STYLE BLEND, Iced Coffee Premium dengan Cita Rasa Chicory
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
10 Rekomendasi HP dengan AI On-Device Terbaik 2026, Bisa Jalan Tanpa Internet
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Rasio Staking Ethereum Tembus 33,9%, 40,7 Juta ETH Terkunci
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB







