Ekspor PT Siantar Top Tbk Tumbuh Dua Digit di Tengah Gejolak Global
Produsen makanan ringan PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil mencatatkan pertumbuhan ekspor dua digit hingga Mei 2026.
Capaian ini diraih di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak geopolitik global yang mempersulit rantai pasok.
>>> Sambut Jamaah Haji Pulang, Ulama Anjurkan Tiga Doa Ini
Direktur STTP, Suwanto, mengungkapkan bahwa perusahaan tetap optimistis menghadapi ketidakpastian pasar global. Pengalaman mempertahankan pertumbuhan saat pandemi Covid-19 menjadi modal penting bagi manajemen.
"Pasar internasional kami masih tumbuh dua digit hingga saat ini.
Walaupun pasar Timur Tengah sedikit terganggu akibat kendala blokade pengapalan, kami telah memperkuat koordinasi dengan distributor di sana untuk mengantisipasi ketersediaan stok," ujar Suwanto usai RUPST di Surabaya, Jumat (5/6/2026).
STTP menerapkan strategi penambahan volume impor bagi distributor saat slot kapal tersedia.
Langkah ini untuk menyiasati keterbatasan kapal dan lonjakan biaya logistik akibat rute kapal yang harus memutar ke Afrika.
Dari sisi biaya produksi, kenaikan harga bahan baku impor, minyak goreng, dan kemasan telah mengerek beban operasional sekitar 10%.
Untuk memitigasi hal ini, STTP mengoptimalkan kapasitas muat logistik domestik secara bertahap dari 60 unit menjadi 80 unit, hingga mencapai 100 unit.
Suwanto menegaskan bahwa penyesuaian harga jual tidak akan dilakukan secara terburu-buru. "Jika masih bisa kami tahan, akan kami tahan demi konsumen," katanya.
>>> Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Grand Final PUBG Mobile Global Open S1 2026
STTP juga menjaga margin produksi melalui pengadaan bahan baku dari pemasok yang lebih kompetitif, termasuk dari kawasan ASEAN.
"Karena jarak geografisnya masih dalam jangkauan biaya logistik kami," imbuhnya.
Hingga akhir tahun lalu, kontribusi pasar domestik mendominasi penjualan STTP sebesar 81,16%, sedangkan porsi ekspor 18,84%.
Namun, hingga Mei 2026, porsi ekspor naik ke kisaran 20%.
Pada kuartal I/2026, penjualan domestik STTP mencapai Rp960,34 miliar, sementara ekspor berkontribusi Rp254,40 miliar dari total penjualan bersih Rp1,21 triliun.
STTP terus memperkuat penetrasi di pasar Asia dan Timur Tengah, serta mulai memperluas jangkauan ke Kanada dan Amerika Serikat.
Dalam RUPST untuk tahun buku 2025, perseroan melaporkan penjualan bersih Rp5,24 triliun dengan laba bersih Rp1,18 triliun.
>>> Kemensos Salurkan Bansos BPNT Juni 2026 Rp600 Ribu, Cek Online Lewat Situs dan Aplikasi
Agenda RUPST juga menyepakati penggunaan laba, perubahan susunan direksi dan komisaris, serta rencana penjaminan aset untuk utang ke lembaga keuangan.
Update Terbaru
5 Kapal Induk Terbesar di Dunia: Raksasa Laut yang Mengagumkan
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Lemak Babi Ternyata Lebih Sehat dari Banyak Buah dan Sayur
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Bantal Gaming Switch 2: Aksesori Paling Aneh yang Pernah Diuji, Kini Diskon
Kamis / 23-07-2026, 02:14 WIB
Call of Duty: Black Ops 7 Perluas Ricochet Anti-Cheat untuk Atasi Kecurangan di Ranked
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
AS Pertimbangkan Serangan Militer terhadap Sekutu Al-Qaeda di Mali
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Mitch Keller Hadapi Gerrit Cole di Final Seri Pirates vs Yankees
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Valencia Kalahkan Eldense 3-0 di Laga Uji Coba Pramusim
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Lynx Kalahkan Storm 105-102 Berkat Duet McBride dan Miles
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Ratusan Jurnalis Desak WHCA Hadapi Trump soal Serangan ke Pers
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Evolusi Penyimpanan Data Game: Dari Memory Card PS1 hingga Cloud Save
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Suami Denise Richards Minta Istri Dihukum Contempt karena Tunggakan Nafkah
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
KJ Apa Akui Makan Fast Food yang Sudah Dikencingi
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Penyanyi R&B Nivea Umumkan Diagnosis Leukemia
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Kebagian Update Android 17
Kamis / 23-07-2026, 02:05 WIB







