Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).

Mata uang Garuda naik 0,07 persen ke level Rp 18.036 per dolar Amerika Serikat (AS).

>>> PGN Optimalkan Infrastruktur Gas Bumi untuk Ketahanan Energi Nasional

Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah tertahan di posisi Rp 18.049 per dolar AS.

Meski menguat harian, dalam sepekan terakhir rupiah masih melemah 0,86 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) justru stagnan.

Rupiah pada kurs Jisdor bertahan di level Rp 18.039 per dolar AS pada hari yang sama.

Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS pada sore ini. Penguatan terbesar dicatat oleh rupee India sebesar 0,50 persen.

>>> PP 24/2026 Terbit, Ekspor SDA Strategis Kini Satu Pintu Lewat Danantara

Penguatan juga terjadi pada peso Filipina (0,21 persen), rupiah (0,07 persen), dolar Singapura (0,06 persen), yen Jepang (0,04 persen), baht Thailand (0,03 persen), yuan China (0,02 persen), dan dolar Hong Kong (0,006 persen).

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS.

Won Korea mencatat penurunan terdalam sebesar 0,55 persen, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,48 persen, dan dolar Taiwan yang turun 0,09 persen.

Indeks dolar AS yang mengukur nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat turun.

>>> Timnas Oman Siap Tampil Serius Lawan Indonesia di FIFA Matchday

Indeks tersebut berada di posisi 99,26 pada sore ini, turun dari posisi sebelumnya di level 99,41.