O Block B), "Tim Biro" turun tangan.

Metode mereka sederhana, radikal, dan sepenuhnya ilegal: mereka membela korban dan menghancurkan kekerasan di sekolah dengan balas dendam fisik.

Kekerasan memang tak bisa dibenarkan, namun dalam fiksi drama ini, aksi "mata dibayar mata" punya tujuan naratif: menjadi cermin bagi masyarakat yang gagal menghukum pelaku, sehingga pada akhirnya mengabaikan korban.

Tiga Episode Pertama yang Mengguncang

Tema ini tergambar jelas di tiga episode awal.

>>> Putra Wali Kota Gangneung Terpilih, From20, Curi Perhatian dengan Dukungan Kampanye

Di episode pertama, Hwa-jin membongkar korupsi dan skandal seksual politisi, membuat anaknya yang sombong kehilangan tameng nepotisme dan merasakan sendiri pahitnya dikucilkan.

Episode kedua memperlihatkan seorang calon insinyur otomotif yang terjebak di antara geng siswa yang bersaing untuk direkrut sindikat kejahatan terorganisir.

Hwa-jin menyelamatkannya dengan membongkar sindikat dari atas ke bawah.

Episode ketiga menyoroti dampak psikologis perang di kelas. Seorang influencer kejam bernama Han Ye-ri menggunakan 600.000 pengikutnya untuk menghancurkan kehidupan mantan wali kelasnya.

Ia mengedit video secara jahat, memfitnah guru tersebut melakukan pelecehan seksual, dan menyebarkan data keluarganya di media sosial.

Akibatnya, guru tak bersalah itu bunuh diri.

Setelah tragedi itu, guru matematika Seon-young menjadi wali kelas baru Ye-ri. Jantungnya berdebar ketakutan setiap kali Ye-ri mengangkat ponsel.

Ye-ri memperlakukannya seperti hantu, melakukan siaran langsung tepat di tengah kelas. Seon-young bertahan dengan memaksa diri berpaling dan memilih pura-pura tidak tahu karena ketakutan.

Namun, sebuah surat pengaduan dari seorang siswa mengungkap bahwa kurangnya keberanian Seon-young memaksa orang lain ikut diam. Kesadaran ini mengalihkan fokus dari penyelamatan eksternal ke pemberdayaan internal.