>>> Pasar Saham Indonesia Melemah di Tengah Penguatan Emerging Market

Di sisi operasional, BNI menjalankan berbagai langkah efisiensi guna mengurangi dampak lingkungan.

Beberapa di antaranya meliputi efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, hingga penguatan budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan.

Perusahaan juga mengembangkan pengelolaan limbah operasional secara bertahap dengan pendekatan Zero Waste to Landfill.

Melalui program tersebut, limbah yang dihasilkan diupayakan untuk tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diproses melalui mekanisme daur ulang.

BNI mencatat bahwa seluruh limbah operasional dari Gedung Kantor Pusat saat ini telah diolah melalui proses daur ulang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi sumber daya.

Pada aspek ketahanan lingkungan, BNI turut menghadirkan inovasi berupa advisory playbook pertama di Indonesia yang ditujukan bagi sektor perkebunan kelapa sawit.

Program ini menjadi sarana pendampingan bagi debitur dalam menjalankan transisi menuju ekonomi hijau.

Melalui advisory playbook tersebut, BNI membantu nasabah memahami berbagai risiko iklim sekaligus meningkatkan ketahanan usaha dalam menghadapi perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

Pendampingan juga dilakukan melalui technical assistance terkait implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.

Selain fokus pada pembiayaan dan operasional, BNI juga aktif menjalankan program rehabilitasi lingkungan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Rehabilitasi Lingkungan dan Kolaborasi

Salah satu program unggulannya adalah rehabilitasi lahan kritis dan penanaman pohon melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi.

Program tersebut dilaksanakan di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sejak 2018, BNI telah mendukung rehabilitasi lahan seluas 10 hektare dan penanaman sebanyak 10.000 pohon di kawasan tersebut.