Malware WeedHack Retas Ratusan Ribu Akun Pemain Minecraft
Firma keamanan siber McAfee mengungkapkan bahwa situs berbahaya bernama WeedHack telah menyebarkan malware melalui modifikasi permainan (mod) Minecraft palsu.
Serangan ini berhasil meretas sebanyak 116.464 akun pemain.
>>> BSI Bagikan Dividen Tunai Rp1,51 Triliun, Naik 44% per Saham
Temuan tersebut diumumkan pada 2 Juni 2026 berdasarkan hasil riset McAfee. Aktivitas ilegal WeedHack dilaporkan telah berjalan sejak Januari 2026.
Operasi siber ini diperkirakan menjaring rata-rata dua hingga tiga ribu korban baru setiap hari.
Pelaku memanfaatkan model berlangganan dengan tarif mulai dari 250 hingga 500 dolar AS, yang aksesnya didapatkan melalui akun Discord.
Metode Penyebaran Malware
Penyebaran malware dilakukan menggunakan metode optimasi mesin pencari (SEO) yang dimanipulasi pada beberapa mod Minecraft tertentu. Pelaku juga menggunakan video tutorial palsu di YouTube.
Taktik tersebut membuat tautan berbahaya muncul di posisi teratas hasil pencarian situs mod. Sasaran utama adalah pengguna mod LiquidBounce, Meteor, dan Wurst.
Setelah malware berhasil diunduh, sistem keamanan Windows Defender pada komputer korban akan dinonaktifkan secara otomatis.
>>> Ketua SNPMB Ungkap Alasan Peserta Nilai UTBK Tinggi Bisa Gagal Seleksi
Malware kemudian menyematkan diri ke dalam sistem agar tetap aktif saat komputer dinyalakan ulang.
Malware tersebut terhubung ke server tersembunyi di dalam blockchain Ethereum untuk menghindari pemblokiran situs.
Dampak pada Korban Berbayar dan Gratis
Metode serangan dibedakan berdasarkan status pembayaran korban. Pada korban versi berbayar, pelaku dapat mengakses langsung layar, webcam, hingga berkas-berkas penting.
Sementara itu, data kata sandi, cookie dari 36 peramban, data Discord, Steam, aset kripto, hingga ID Minecraft dikumpulkan dari korban versi gratis.
McAfee juga mendeteksi adanya aktivitas penyalahgunaan data korban di dalam grup Telegram yang beranggotakan sekitar 850 orang.
Anggota grup mendokumentasikan tindakan pemerasan serta penyebaran video tidak senonoh yang menyasar korban remaja.
>>> Grab Kuasai Hak Suara Superbank Lewat Transaksi GXS Bank
Komunitas Telegram tersebut saat ini telah ditutup, namun pelaku tetap aktif mengganti domain situs untuk melanjutkan promosi mereka.
Update Terbaru
Syarat dan Alur Cabut Gigi Pakai BPJS Kesehatan, Ini Ketentuannya
Jumat / 05-06-2026, 13:28 WIB
Rencana Tarif Tambahan Trump Dikritik Ahli dan Organisasi HAM
Jumat / 05-06-2026, 13:28 WIB
Al-Qur'an Surat Al Hadid Ayat 18: Janji Pahala Berlipat bagi Ahli Sedekah
Jumat / 05-06-2026, 13:28 WIB
Nata de Coco Bisa Berstatus Haram? Ini Penjelasan MUI
Jumat / 05-06-2026, 13:27 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Oman di Garuda Championship Series Malam Ini
Jumat / 05-06-2026, 13:27 WIB
Satgas PKH Amankan Aset Kawasan Hutan Rp371,1 Triliun
Jumat / 05-06-2026, 13:26 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 6 - 7 Juni 2026
Jumat / 05-06-2026, 13:26 WIB
AS Setujui 18 Pengecualian Tarif Impor untuk Produk Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 13:24 WIB
Prabowo Undang Tony Robbins Tinjau Program Makan Bergizi Gratis
Jumat / 05-06-2026, 13:24 WIB
Token HYPE Melonjak 180% di Tengah Penurunan Pasar Kripto Global
Jumat / 05-06-2026, 13:22 WIB
FIFA Luncurkan Album Resmi Piala Dunia 2026 Berisi 18 Lagu
Jumat / 05-06-2026, 13:21 WIB
Teleskop James Webb Temukan Galaksi Purba LAP1-B, Ungkap Masa Awal Alam Semesta
Jumat / 05-06-2026, 13:20 WIB
Wuling Daftarkan Nama Aira ev di PDKI, Calon Mobil Listrik Baru
Jumat / 05-06-2026, 13:17 WIB






