Grab akan memperkuat posisinya di Superbank melalui transaksi pengalihan saham Singtel Alpha Investments ke GXS Bank. Aksi korporasi ini ditargetkan rampung paling lambat Juni 2026.

Setelah transaksi, kepemilikan tidak langsung Grab di Superbank naik dari 10,44 persen menjadi 17,66 persen. Total kepemilikan langsung dan tidak langsung Grab pun melampaui 50 persen.

>>> Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Favorit Jemaah Haji Indonesia di Makkah

Manajemen Superbank menjelaskan bahwa Grab memiliki 60 persen hak suara di GXS Bank. Dengan demikian, seluruh hak suara GXS Bank dapat diperhitungkan sebagai hak suara Grab.

Kepemilikan langsung Grab di Superbank tidak berubah, yaitu 16,67 persen melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan 16,14 persen melalui A5-DB Holdings.

Penambahan porsi GXS Bank menjadi 17,66 persen menyebabkan dilusi porsi pemegang saham lain dari 56,75 persen menjadi 49,53 persen.

Kendali Langsung Tetap di Tangan Emtek

Meskipun hak suara Grab menjadi mayoritas, kendali langsung perusahaan tidak berubah.

>>> Harga Emas Antam Naik Rp 11.000 per Gram pada Jumat 5 Juni 2026,  Buyback Ikut Menguat

Manajemen menegaskan bahwa Group Emtek melalui PT Elang Media Visitama tetap menjadi pemegang saham pengendali langsung Superbank setelah transaksi selesai.

Konsolidasi Superbank ke dalam laporan keuangan Grab didasarkan pada total hak suara yang melebihi 50 persen pasca-transaksi.

Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya perjanjian pemegang saham lain yang memberikan hak pengendalian khusus kepada Grab atau GXS Bank.

>>> IHSG Anjlok ke 5.692,15, Saham Bank Raksasa Jadi Pemicu

Manajemen juga memastikan tidak ada faktor yang dapat menggagalkan transaksi tersebut. Dengan demikian, langkah Grab ini semakin memperkuat posisinya di industri perbankan digital Indonesia.