Kesabaran tersebut membuahkan hasil saat Chen Yu Fei mengangkat bola terlalu tinggi dalam adu netting, membuat skor berubah menjadi 5-2.

>>> Telkom Indonesia Siap Buyback Saham Rp 4 Triliun, Tunggu Restu RUPS

Serangan Putri yang diarahkan ke area backhand lawan juga sukses menghasilkan poin menjadi 6-4.

Chen Yu Fei tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 6-6 setelah pukulan Putri memanjang keluar garis belakang lapangan.

Setelah sempat sama kuat 7-7, Putri berhasil meraih empat poin beruntun untuk memimpin 11-7 di interval gim kedua.

Momen Tikungan di Poin Kritis

Saat posisi unggul, Putri berusaha mempertahankan ketenangan dan memperbanyak variasi pukulan yang menyulitkan pengembalian Chen Yu Fei.

Smes dan drop shot yang akurat dari Putri berulang kali jatuh di garis lapangan hingga skor menjauh menjadi 17-9.

Chen Yu Fei juga sempat melakukan beberapa kesalahan dengan membuang bola ke luar lapangan, membuat Putri semakin memimpin jauh dengan skor 18-10.

Namun, performa Putri mendadak mengendur di poin-poin tua.

Chen Yu Fei yang pernah menduduki peringkat satu dunia pada Desember 2019 memanfaatkan situasi ini untuk memangkas jarak dari 10-18 menjadi 15-18.

Arah pengembalian bola dari Putri mulai terbaca oleh Chen Yu Fei, yang kemudian dengan mudah melepaskan smes-smes tajam.

Rentetan poin dari perwakilan China tersebut baru terhenti di angka 17 setelah bola pengembaliannya menyangkut di net, mengubah skor menjadi 19-17 untuk keunggulan Putri.

Ketegangan memuncak bagi kubu tuan rumah saat Chen Yu Fei berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20.

>>> Penjualan Sukuk Tabungan ST016 Tembus Rp22,62 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2026

Pada momen kritis deuce ini, Putri melakukan dua kesalahan beruntun yang membuat Chen Yu Fei mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 22-20.