PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp 4 triliun.

Rencana ini akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Senin, 8 Juni 2026.

>>> Penjualan Sukuk Tabungan ST016 Tembus Rp22,62 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2026

Jika mendapat restu, periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Tujuan dan Dampak Buyback

Manajemen menyatakan buyback bertujuan memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek perusahaan.

Langkah ini juga untuk menyelaraskan kondisi pasar dengan fundamental perusahaan serta memelihara kepercayaan pemangku kepentingan.

Aksi korporasi ini dipastikan tidak berdampak material terhadap operasional atau kegiatan usaha Telkom.

Arus kas dan modal kerja dinilai memadai untuk membiayai buyback dan mendukung operasional bisnis.

>>> 5 Cara Menabung Dolar untuk Jangka Panjang, Diversifikasi Aset yang Efektif

Seluruh pendanaan berasal dari optimalisasi kas internal, bukan dari penawaran umum atau pinjaman.

Pelaksanaan buyback juga tidak mengganggu kemampuan finansial perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jatuh tempo.

Langkah ini telah memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023.

Saham yang dibeli kembali akan berstatus saham treasuri, tanpa hak suara, tidak masuk kuorum RUPS, dan tidak mendapat dividen.

>>> Harga Emas Dunia Melemah akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Manajemen memastikan jumlah saham free float setelah buyback tetap di atas 15% dari total saham tercatat, sesuai regulasi.